Posted by Matias Bimo

Komunikasi Antar Pribadi & Kelompok

Materi I : Definisi, Komponen,Tujuan, Prinsip, Pola/Konteks Komunikasi

Komponen2 Komunikasi

  1. Lingkungan Komunikasi, terdiri dari 3 dimensi :

-Fisik : ruang, kelas, bangsal, taman, dsb

-Sosial-psikologis: persahabatan/permusuhan,formal/informal, orangtua/anak, dsb

-Temporal/waktu : pagi, kemarin, besok, dsb

Ketiga dimensi lingkungan tsb saling mempengaruhi !

Contoh :

terlambat memenuhi janji kencan (temporal) berubah suasana sosial-psikologis perubahan fisik rencana tempat makan)

2. Sumber-Penerima

-Sumber/pengirim pesan : individu, kelompok orang, atau organisasi yang mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi atau mengirim pesan

-Penerima pesan : individu, kelompok orang atau organisasi yang menganalisa dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya

3. Encoding-Decoding

-Encoding : proses merubah ide/gagasan yg sifatnya abstrak menjadi bentuk kata2 baik lisan maupun tulisan sumber

-Decoding : proses merubah kode kata2 tsb dan menerjemahkan artinya penerima

*suber-penerima/encoding-decoding merupakan satu kesatuan (menjalankan fungsinya scr simultan)

4. Kompetensi Komunikasi : kemampuan berkomunikasi scr efektif, mencakup pengetahuan

5. Pesan dan Saluran

-Pesan :simbol2 yg menggambarkan informasi, pendapat, introduksi, petunjuk, perintah, pertanyaan, larangan, dsb yg ingin disampaikan. verbal (lisan dan tulisan) /non verbal (isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dsb)

-Saluran :media yg dilalui pesan/ alat (wahana) yg digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kpd penerima.

Saluran komunikasi : cahaya dan suara

Pesan bisa memalui jalur lisan/tulisan.

-panca indra

-alat (radio, hp, tv, surat, memo, ohp, dsb)

6. Umpan Balik-Umpan Maju

-Tanggapan :reaksi penerima yg dipengaruhi pemahaman mereka thd pesan (menerima, menolak, meminta penjelasan lanjut, dsb)

-Umpan balik :informasi/reaksi/tanggapan yg dikirimkan kembali ke sumber

-Umpan maju : informasi tentang pesan yg akan disampaikan

7. Gangguan (noise) : gangguan yg mendistorsi pesan (fisik, psikologis, semantik)

8. Efek Komunikasi : dampak pelaku yg terlibat dlm komunikasi (konsekuensi atas k’si yg dilakukannya)

-kognitif = dampak intelektual (pengetahuan)

-afektif = sikap, keyakinan, emosi, perasaan

-konatif/behaviour = perilaku

9. Etik dan Kebebasan Memilih

K’si mempunyai dampak, maka etik sangat diperlukan. Karena k’si mempunyai konsekuensi maka ada aspek benar salah dalam setiap tindak k’si, mis : berbohong

Apakah k’si itu etis atau tidak, landasannya adl gagasan kebebasan untuk memilih serta asumsi bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menentukan pilihannya sendiri

Tujuan Komunikasi

1. Menemukan

Penemuan diri (personal discovery) dan orang lain

2. Berhubungan dg orang lain

3. Meyakinkan,shg mengubah sikap dan perilaku

4. Bermain dan mencari hiburan.

Prinsip2 Komunikasi

  1. Komunikasi adl proses simbolik
  2. Komunikasi mencakup dimensi isi dan hubungan
  3. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
  4. Komunikasi berlangsung dlm berbagai tingkat kesengajaan
  5. Komunikasi terjadi dlm konteks ruang dan waktu (sosial&psikologis)
  6. Komunikasi adl proses transaksional
  7. Komunikasi adl paket isyarat
  8. Komunikasi bersifat irreversible, dst
  9. Komunikasi Tak terhindarkan

Materi 2 :

Hakikat, Definisi, Karakteristik, Tujuan KAP

Tiap2 buku, instruktur atau ahli mendefinisikan Komunikasi Antar Pribadi secara berbeda2

Berikut kita bahas berbagai definisi Komunikasi Antar Pribadi…….

Definisi KAP

Tiga ancangan utama definisi komunikasi antar pribadi

  1. Definisi berdasarkan komponen (componential)
  2. Definisi berdasarkan hubungan diadik (relational [dyadik])
  3. Definisi berdasarkan pengembangan (developmental)

Definisi berdasarkan komponen

Penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (lihat komponen2 komunikasi)

Definisi berdasarkan hubungan diadik

Komunikasi yang berlangsung diantara 2 orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Mis : pramuniaga-pelanggan, orang tua-anak, wawancara 2 orang, dsb.

Hampir tidak mungkin k’si dydic bukan KAP bahkan orang asing yg menanyakan alamat termasuk kap

Diperluas sampai sekelompok kecil orang ( 3 atau 4 orang)

Ciri2 komunikasi diadik:

1. Peserta komunikasi berada dlm jarak yg dekat

2. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan scr simultan dan spontan (verbal, non verbal)

3. Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta komunikasi

4. Kedekatan hubungan peserta komunikasi tercermin pd jenis2 pesan/ respon nonverbal mereka spt sentuhan, tatapan yg ekspresif, dan jarak fisik yg dekat

5. Komunikasi antarpribadi mungkin didominasi oleh satu pihak

Definisi berdasarkan pengembangan

Komunikasi antar pribadi dimulai dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) menjadi komunikasi pribadi atau intim (mrpk akhir k’si tak pribadi/impersonal)

Menurut Deddy Mulyana :

Komunikasi antarpribadi adl komunikasi antara orang2 scr tatap muka, yg memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain scr langsung baik verbal maupun non verbal.

Komunikasi antarpribadi adl komunikasi diadik yg hanya melibatkan 2 orang ( suami- istri, sahabat, guru-murid, dst)

Jadi ciri2nya :

- Anggota dlm proses komunikasi tatap muka

- Pembicaraan berlangsung scr terpotong2 karena peserta bebas berbicara, ini disebabkan kedudukannya relatif sama (tidak ada yg mendominasi pembicaraan/pembicara tunggal)

- Sumber dan penerima sulit dibedakan dan diidentifikasi, antar anggota saling mempengaruhi satu sama lain

Definisi KAP (Elihu Katz & Paul Lazarfeld dlm Personal Influences)

Definisi KAP : komunikasi antara 2 atau 3 orang scr tatap muka , umpan balik dpt segera diketahui, dpt memanfaatkan semua atau sebagian indera yg ada pd manusia dan tidak menggunakan alat2 mekanis spt surat/telp/kamera tv yg dpt menghubungkan pihak2 yg berk’si scr terpisah.

Syarat KAP menurut mereka :

-tatap muka (kenal atau baru kenal)

Pertanyaan :

*suami-istri bicara via telp

*dua orang asing yg berbicara tatap muka

*interaksi resepsionis dg tamu

*wawancara wartawan dan artis/pejabat

Hal inilah yang ditanyakan oleh Dr. M. Budyatna, M.A dan Dra. Nina Mutmainah dari Universitas Terbuka

Pemahaman KAP dg meninjau komunikasi dari sudut prediksi perilaku komunikasi ttg efek / hasil perilaku komunikasinya bisa membedakan pemahaman antara KAP dan Non KAP

Asumsi KAP : setiap orang yg berkomunikasi akan membuat prediksi ttg efek/perilaku komunikasinya (bagaimana si K’kan memberikan reaksi)

Ada 3 tingkat analisis dlm prediksi : (Gerald R. Miller & Mark Steinberg)

  1. Tingkat kultural
  2. Tingkat sosiologis
  3. Tingkat Psikologis

Tiap2 tingkat dibedakan oleh jenis data (karakteristik/situasi)

* *Pada umumnya dlm interaksi komunikasi individu akan bergerak dari tingkat kultural ke sosiologis dan akhirnya ke tingkat psikologis

1. Analisa tingkat kultural

K’tor melakukan prediksi reaksi k’kan thd pesan yg disampaikan berdasarkan kulturnya spt bahasa, adat istiadat, nilai/ norma yg berbeda2(dibatasi oleh faktor geografis)

Dg mengetahui / menguasai kultur orang lain paling tidak kita mampu untuk berkomunikasi

2. Analisa tingkat sosiologis

K’tor melakukan prediksi reaksi k’kan thd pesan yg disampaikan berdasarkan keanggotaan k’kan dlm kelompok sosial ttt tempat k’kan berada

Setiap kelompok mempunyai nilai yg berbeda (lebih kecil dan spesifik dari kultur)

3. Analisis tingkat psikologis

Prediksi k’tor thd reaksi k’kan thd pesan beradasarkan pengalaman individual yg unik tingkat psikologis (kepribadian, watak, dsb)

*watak dan kepribadian setiap orang berbeda mrpkn hsl tempaan dan terbentuk berdsrkan pengalaman masa lalu.

Jika 2 individu saling mengerti dan memahami kepribadian dan watak masing2 data psikologis KAP

@ Makin besar para pelaku komunikasi saling mengenal scr individu satu sama lain maka komunikasi makin bersifat pribadi sebaliknya makin kecil tingkat pengetahuan individu satu sama lain maka komunikasi makin impersonal

Kesimpulan :

Bentuk khusus KAP adl k’si diadik antara 2 orang dg sifat, nilai, pendapat, sikap, pikiran dan perilaku yg khas dan berbeda2.

KAP mencakup dimensi isi pesan dan hubungan , melibatkan siapa patrner k’si dan bagaimana hub. Kita dg patner k’si tsb

Kedekatan hub. Pihak2 berk’si tercermin pd pesan/ respon non verbal spt tatapan mata yg ekspresif dan jarak fisik yg dekat

Tdk dapat diulang dan diubah, kita tdk dpt melakukan hal yg sama dari waktu ke waktu, jadi KAP mrpk pengalaman2 baru

KAP berlangsung scr tatap muka tapi tidak menutup kemungkinan terjadi melalui media yg sifatnya personal dan bukan massa, mis : telp, surat, dsb

Karakterisktik KAP (Judy. C. Pearson)

  1. KAP bersifat transaksional
  2. KAP mencakup aspek isi pesan dan hubungan antar pribadi
  3. KAP dimulai dg diri pribadi (self)
  4. KAP mensyaratkan adanya kedekatan fisik antar pihak2 yg berkomunikasi
  5. KAP melibatkan pihak2 yg saling bergantung satu sama lain
  6. KAP tidak dapat diubah maupun diulang

Hubungan Komunikasi
(2 orang / lebih melibatkan diri dlm sistem k’si)

A.Hub. K’si non antar pribadi

*Hub. Kultur

-sbg batu loncatan hub. Sosial

-singkat (short lived)

-prediksi brdsrkan pengetahuan ttg budaya scr keseluruhan

-bahasa

-pembicaraan umum sekali

-pembicaraan tdk mendalam (cuaca, event yg hangat)

-ditempat umum(terminal, pasar, halte, dsb)

Contoh : berbicara dg orang yg baru pertama dikenal

* Hub. Sosial

- prediksi bdrkn keanggotaan dari s/ kelompok

- resmi (formal)/ tdk (non formal)

B. Hub. K’si Antar Pribadi

-prediksi brdskn data psikologis

-masing2 berusaha& mencoba mengerti satu sama lain

-segala atribut dilepas

-masing2 punya inf yg cukup ttg teman bicaranya (keinginan, keb, nilai, pribadi shg k’si lebih sesuai, cocok dan akrab)

-contoh : kawan akrab, sebagian besar suami istri

Faktor pembeda komunikasi antar pribadi dg komunikasi tak pribadi

1. Prediksi berdasarkan data psikologis (berbeda 1 sama lain)/ norma yg mengatur hubungan

-komunikasi impersonal/ non : berdasarkan data sosiologis (ex : berk’si dg dosen pd umumnya)

-KAP : berk’si scr pribadi dg melepas segala atribut

2. Pengetahuan yang menjelaskan / explanatory knowledge (bukan berdasarkan dugaan)

-non : duga2

-KAP : bisa menjelaskan

3. Aturan yg ditetapkan scr pribadi

-adat kebiasaan umum masyarakat tidak berlaku , karena mereka menetapkan sendiri aturan yg berlaku satu sama lain

4. Kriteria yg menentukan hubungan (faktor2 yg menentukan posisi para k’tor)

-non : brdskn tujuan (kemampuan&syarat ttt)

-KAP: brdskn pertimbangan pribadi (suka, senang, cocok, setia, dsb)

5. Kebebasan individu

-non : pdpt individu kurang diberi kesempatan shg seragam

KAP : pdpt individu yg berbeda di tekankan

Penyebab Frekuensi KAP lebih kecil dari non KAP

1. Pd perkenalan/pertemuan pertama umumnya orang tdk bersedia untuk berk’si scr pribadi (perlu waktu lama u/ kap, walaupun sdh saling kenal lama jika tdk ada kecocokan KAP ttp sulit dilakukan

2. Kecenderungan untuk memilih menggunakan data/ tingkat kultural dan sosiologis dari pada psikologis dlm melakukan prediksi thd reaksi teman bicara karena lebih mudah(tanpa perlu memahami watak dan pribadi pihak lain)

3. Kemampuan setiap individu dlm berk’si scr antar pribadi berbeda2

Tujuan KAP

1. Mengenal diri sendiri dan orang lain

KAP memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar bagaimana dan sejauhmana terbuka pd orang lain serta mengetahui nilai, sikap dan perilaku orang lain shg kita dpt menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain

2. Mengetahui dunia luar

KAP memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang lain

Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh KAP

3. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna

KAP yg kita lakukan banyak bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan yg baik dg orang lain.

Hubungan tsb membantu mengurabgi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif ttg diri kita sendiri

4. Mengubah sikap dan perilaku

Banyak waktu yg kita pergunakan untuk mengubah/ mempersuasi orang lain melalui KAP

5. Bermain dan mencari hiburan

Bercerita ttg OR, kejadian lucu mrpk kegiatan untuk memperoleh hiburan

Hal ini bisa memberi suasana yg lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dsb

6. Membantu orang lain

Psikiater, psikologi klinik dan ahli terapi adl contoh2 profesi yg menggunakan KAP untuk menolong orang lain

Memberikan nasihat dan saran kpd teman juga mrpk contoh tujuan proses KAP untuk membantu orang lain


Materi 3

Konsep diri dan Self Disclosure dalam KAP

Keberhasilan KAP ditandai oleh adanya saling keterbukaan diantara pihak2 yg terlibat dlm KAP

Kemauan untuk membuka diri pd orang lain tidak terdapat pd setiap orang dan setiap saat

Salah satu faktor penentu kemauan untuk terbuka adl konsep diri

konsep diri + terbuka pd orang lain k’si berhasil

Manusia mempunyai kemampuan untuk mempersepsi dirinya sendiri dan orang lain (subyek & obyek persepsi) dg membayangkan diri sbg orang lain

Gejala ini disebut looking glass self

Melalui cermin, kita mengamati diri kita dan membayangkan bagaimana kita tampak dihadapan orang lain dan membayangkan bagaimana orang menilai penampilan kita

Dengan mengamati diri kita, kita akan memiliki gambaran dan penilaian ttg diri kita sendiri ini disebut konsep diri (self concept)

Menurut William D Brooks, konsep diri adalah persepsi ttg diri kita yg bersifat fisik, psikologis, dan sosial yg datang dari pengalaman dan interaksi kita dg orang lain.

-persepsi fisik : rupa cantik/jelek, penampilan fisik menarik/tdk, kekuatan tubuh, dst

-persepsi psikologis : watak, yg membuat senang/ sedih, yg membuat benci, dst

-persepsi sosial : pandangan orang lain thd saya, disukai/tdk, dihargai/tdk, dst

Konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif, tapi juga mengandung penilaian ttg diri sendiri, meliputi apa yg kita pikirkan dan rasakan ttg diri kita

Konsep diri memiliki 2 komponen :

-kognitif disebut self image (citra diri), ex : saya pintar

-afektif disebut self esteem (harga diri)/ persepsi evaluatif seseorang thd diri sendiri, ex: saya senang bahwa saya pintar

Keberhasilan KAP banyak tergantung pada kualitas konsep diri : negatif atau positif

Karakteristik Konsep Diri

  1. Karakteristik pribadi

-sifat2 yg kita miliki baik fisik maupun mental, ex: kurus, gemuk, cantik, pintar, cakap, dungu dst

2. Karakteristik sosial

-sifat2 yg ditampilkan dlm berhubungan dg orang lain, ex: ramah, perhatian, cuek,ketus, ekstrovert, introvert, dst

3. Peran sosial

-peranan seseorang ketika berhubungan dlm masyarakat, ex: ayah, suami, dosen, istri, anak, polisi, dst

Konsep Diri Negatif

-konsep diri yg dpt menghambat kap

-cenderung menghindari dialog terbuka

-bersikeras mempertahankan pendapatnya walau kadang dg argumen yg tdk benar

Ciri2 konsep diri negatif :

  1. Tdk tahan menerima kritik, mudah marah dan menganggap koreksi orang lain thdnya sbg usaha u/ menjatuhkan harga dirinya
  2. Sangat responsif thd pujian, sangat kritis thd orang lain dan tdk sanggup menerima kelebihan orang lain
  3. Enggan bersaing / berkomunikasi dg orang lain
  4. Cenderung merasa tdk disenangi, tdk diterima dan tdk diperhatikan orang lain

Konsep Diri Positif

-konsep diri yg sangat menunjang kap

Ciri2 konsep diri positif :

  1. Yakin akan kemampuan mengatasi berbagai msl bahkan ktk mengalami kegagalan
  2. Merasa sama/ setara dg orang lain
  3. Menerima pujian tanpa rasa malu/ pura2 rendah diri dan menerima penghargaan tanpa rasa bersalah
  4. Memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri
  5. Menyadari bahwa s/ orang memiliki perasaan, keinginan dan perilaku yg tdk seluruhnya disetujui masyarakat

Faktor2 yg mempengaruhi konsep diri :

  1. Orang lain

Konsep diri terbntk dari bgmana penilaian orang lain ttg kita, tdk semua orang berpengaruh pd kita, yg paling berpengaruh adl orang2 yg disebut significant other (orang2 yg sangat penting bagi kita& mempengaruhi perilaku, sikap, pikiran srt perasaan kita, ex; ortu, saudara, dst)

2. Kelompok acuan (reference group)

Yi kel2 dlm masyarakat yg mempunyai norma2 ttt untuk mengatur perilaku anggota2nya. Ex: Ani adl anggota berbagai kel :RT, PKK, sepeda santai, dosen. Bagi Ani, kel yg paling mnjd acuan adl dosen shg Ani menjadikan norma kel dosen sbg norma yg dianutnya. Ani bersikap, berpenampilan, bertutur kata sbgmana layaknya dosen

Nubuat yang dipenuhi sendiri :

Kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dg konsep diri

Mis :

Jika anda berpikir anda rajin maka anda akan benar2 menjadi rajin yakni dg dg datang kuliah teratur, catatan rapi, mempelajari kuliah dg sungguh2 shg nilai akademisnya tinggi, dst

Anak Belajar dari Kehidupannya
(Dorothy Law nolte)

Jika anak dibesarkan dg celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dg permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dg cemoohan, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dg penghinaan, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dg toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dg dorongan,ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dg pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dg sebaik2nya perlakuan, ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dg rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dg dukungan, ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dg kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dlm kehidupannya

Diri komponen penting k’si

Siapa dan bagaimana anda mempersepsikan diri dan orang lain akan mempengaruhi komunikasi dan tanggapan anda thd komunikasi orang lain.

Kesadaran diri (self awarenes) mrpkn landasan bagi semua bentuk dan fungsi komunikasi yg dapat dijelaskan melalui Jendela Johari (Johari Window)

Jendela Johari (Johari Window)

Adalah model yg menjelaskan tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran ttg diri kita.

Johari Window adl jendela dg 4 bagian yg menggambarkan bahwa manusia terdiri dari 4 diri (self)

Johari berasal dari singkatan nama penemunya yakni Josep Luft dan Harry Ingham


Jendela Johari (Johari Window)

Daerah Terbuka (open self)

Berisi semua informasi, perilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi, gagasan, dsb yg diketahui oleh diri sendiri dan orang lain.(nama, warna kulit, usia, hobi, dsb)

Besar kecil daerah ini berbeda setiap orang tergantung pd siapa patner k’si nya

Makin kecil kuadran ini makin buruk komunikasi, komunikasi bergantung pd sejauhmana kita membuka diri pd orang lain dan kpd kita sendiri

Untuk meningkatkan KAP dg orla, kita hrs memperlebar daerah ini.

Daerah Buta (blind self)

Berisikan informasi ttg diri kita yg diketahui orang lain tetapi kita sendiri tidak mengetahuinya, ex: kebiasaan2 kecil yg tdk disadari

Bila ada daerah buta maka komunikasi akan sulit.

Daerah buta tidak bisa dihilangkan sama sekali namun bisa diminimalisir, mis : terapi, ikut keg. Kel penyadaran diri

Daerah Tertutup (hidden self)

Semua hal ttg diri sendiri dan orang lain yg hanya diketahui / tersimpan oleh dan untuk kita sendiri, orang lain tdk mengetahuinya, ex: rahasia kesuksesan, ketakutan, msl keluarga, kondisi keuangan, dst

Daerah tempat merahasiakan segala sesuatu ttg diri sendiri dan tentang orang lain

Pd saat penyingkapan diri, kita umumnya menyimpan informasi ttt ttg diri kita pd orang lain dan menceritakan informasi ttt lainya, kita bisa terbuka pd orang ttt dan tdk pd individu lainnya. Dlm hal ini kita melakukan proses selektif.

Daerah Gelap (unknown self)

Bagian dari diri kita yang tidak diketahui baik oleh kita sendiri maupun orang lain (alam bawah sadar)/ luput dari perhatian

Kita mungkin dpt mengetahui aspek yg tdk dikenal ini mel kondisi ttt, mis: hipnotis

Interaksi terbuka, jujur dan empatik dg rasa saling percaya mrpkn cara efektif untuk memperoleh gambaran ini

Bagian 1 & 2 disebut public self, yakni aspek diri kita yg diketahui orang lain

Bagian 3 & 4 adl private self, yakni aspek diri yg tidak diketahui oleh orang lain

Bagian 1 & 3 merupakan aspek diri yg diketahui oleh diri kita sendiri

Bagian 2 & 4 merupakan aspejk diri yg tidak kita diketahui

Perubahan pd satu daerah akan menyebabkan perubahan pd daerah yg lain

Menumbuhkan Kesadaran Diri
(self awarenes)

Mengetahui/menyadari diri kita sendiri, yi mengungkap siapa dan apa kita ini

1. Dialog dg diri sendiri

-tak ada seorangpun yg mengetahui dirianda lebih baik daripada anda sendiri

-lakukan tes ‘siapa saya’

2. Mendengarkan

-dlm interaksi antar pribadi, seringkali orang mengomentari kita dg berbagai cara ttg apa yg kita

lakukan, katakan, penampilan, dsb baik eksplisit maupun implisit.

3. Mengurangi daerah buta

-anda dpt memanfaatkan bbrp situasi dg bertanya pd teman anda, mis : saat merasa kurang yakin dg apa yg hrs dilakukan/ bagaimana berpenampilan, ex; menurut anda apakah saya terlalu keras thd anak itu ?

4.Amatilah diri anda yg berbeda2.

-kita diamati scr berbeda oleh kawan/keluarga, bagi mereka kita kita adl orang yg berbeda pdhl kita sebenarnya adl semua pandangan mereka.

5. Memperluas daerah terbuka

-ketika anda mengungkapkan diri anda pd orang lain maka sekaligus juga mengungkapkan diri anda kpd diri sendiri

-dpt meningkatkan dialog yg bermakna dan akrab

Dimensi Self Disclosure

1.Ukuran self disclosure

-dpt dilihat dari frekuensi seseorang melakukan nya dan berapa lama durasi/ waktu untuk menyatakan pengungkapan diri tsb.

2. Valensi self disclosure

-kualitas positif dan negatif dari self disclosure (baik dan menyenangkan atau tdk menyenangkan. Ini akan menimbulkan dampak yg berbeda baik bagi yg mengungkapkan maupun pendengarnya.

3. Kecermatan dan Kejujuran

-kecermatan dan ketepatan dibatasi oleh sejauhmana kita mengenal diri kita sendiri.

-self disclosure juga tergantung kejujuran

4. Tujuan / maksud

-kita dpt menyingkapkan sesuatu yg kita maksudkan shg dpt mengontrol self disclosure

5. Keintiman

-kita dpt menyingkapkan hal2 yg paling intim atau sbg periferal atau hal2 yg terletak diantara keduanya

Faktor2 yg mempengaruhi pengungkapan diri :

1.Besar kelompok

-pengungkapan diri lebih banyak terjadi dlm kelompok kecil ketimbang kelompok besar.

-diad (kel. Yg terdiri atas 2 orang) mrpk ling. Yg paling cocok

-jika pendengar lebih dari 1 maka tanggapan pun akan semakin beragam shg sulit meresapi tanggapan dg cermat.

2. Perasaan menyukai

-kita membuka diri kpd orang2 yg kita sukai / cintai

-orang yg kita sukai / menyukai kita cenderung bersikap mendukung an positif

-kita juga lebih banyak membuka diri pd orang yg kita percayai

3. Efek diadik

-kita melakukan pengungkapan diri bila orang yg bersama kita juga melakukan pengungkapan diri

-hal ini membuat kita merasa lebih aman

- Berg&Archer melaporkan pengungkapan diri menjadi lebih akrab bila dilakukan sbg tanggapan atas pengungkapan diri orang lain

4. Kompetensi

-orang yg kompeten biasanya lebih percaya diri dan lebih mempunyai banyak hal positif ttg diri mereka sendiri untuk diungkapkan ketimbang orang2 yg tdk kompeten

5. Kepribadian

-orang2 yg pandai bergaul dan ekstrovert melakukan pengungkapan diri lebih banyak ketimbang mereka yg kurang pandai bergaul dan introvert

-orang yg kurang berani bicara pd umumnya juga kurang bisa mengungkapkan dirinya

6. Topik

-sejumlah topik lebih memungkinkan orang untuk membuka diri daripada topik lain

-ex: kita cenderung membuka diri ttg pekerjaan/hobi daripada kehidupan seks /keuangan

7. Jenis Kelamin

-banyak riset menunjukan bahwa wanita lebih membuka dirinya dibandingkan pria

-wanita lebih banyak mengungkapkan diri pd yg ia sukai sedangkan pria lebih banyak pd orang yg ia percayai.

8. Ras, kebangsaan dan usia

-kulit putih lebih terbuka daripada kulit hitam

-orang Amerika lebih terbuka daripada orang Puerto Rico, Jerman, Inggris dan Timur Tengah

-self disclosure lebih banyak terjadi pd pasangan usia 17-50 thn, setelah usia tsb kecenderungan self disclosure menurun

Hal2 yg menghambat self disclosure

-menurut Gerard Egan

  1. Society Bias (bias masyarakat)

-kita telah terkondisi untuk menolak self disclosure oleh masyarakat dimana kita tinggal terutama kaum pria, ex : pahlawan digambarkan kuat tapi pendiam, mampu menangani persoalan sendiri , percaya diri yg tinggi dan tdk membutuhka pertolongan orang lain.

2. Kekhawatiran akan hukuman

-orang enggan melakukan self disclosure karena kekhawatiran akan mendapat hukuman, umumnya dlm bentuk penolakan.

-khawatir orang lain akan menertawakan/berbisik2 ttg kita jika kita mengungkapkan diri kita pd orang lain

-bahkan kekhawatiran ini bisa juga berbentuk ketakutan akan kehilangan pekerjaan / teman

-pembalikan hallo effect artinya jika kita mengatakan sesuatu yg negatif ttg diri sendiri maka mereka juga akan melakukan generalisasi pd aspek2 lain dan melihat kita negatif scr keseluruhan

3. Kekhawatiran akan self-knowledge (pengetahuan ttg diri)

-kita telah membangun gambaran yg indah dan rasional ttg diri kita, yg menekankan aspek positif dan meminimalkan aspek negatif. Self disclosure sering memaksa kita untuk melihat aspek negatif yg sebelumnya tersembunyi, ini akan memberikan perspektif baru ttg diri kita sendiri

Fungsi Self Disclosure :

  1. Memberi pengetahuan diri

-dg pengungkapan diri, kita memperleh perspektif baru ttg diri kita sendiri, pengertian yg lebih mendalam ttg perilaku kita

2. Memberi kemampuan untuk mengatasi kesulitan/masalah

-dg mengungkapkan perasaan ttt dan menerima dukungan bukan penolakan, kita menjadi lebih siap untuk mengatasi perasaan bersalah dan mungkin mengurangi/menghilangkan sama sekali

-mempermudah penerimaan diri

3. Efisiensi komunikasi

-kita lebih mengerti pesan yg dimaksudkan seseorang jika mengetahui orang tsb dg baik, kita dpt mengenal apa makna nuansa2 ttt, bila orang tsb marah,serius, bercanda, dsb.

4. Kedalaman hubungan

-tanpa pengungkapan diri, hub yg bermakna dan mendalam tdk mungkin terjadi

-dg pengungkapan diri, kita memberitahu orang lain bahwa kita mempercayai, menghargai dan cukup peduli akan mereka. Ini membuat mereka mau membuka diri, dan membentuk hub. Yg bermakna, jujur dan terbuka

5. Sbg pelepasan energi

-menyimpan rahasia pribadi akan banyak menghabiskan banyak energi dan membuat kita kehilangan energi untuk hal lain

6. Untuk kesehatan psikologis

-self disclosure melindungi tubuh dari stres yg merusak

3 Fungsi Self Disclosure
menurut Miller & Steinberg

1.Menjalankan tujuan katarsis (melegakan hati)

-ditujukan pd pendengar yg khusus, mis : ketika mengakui kesalahan yg telah diperbuat

2. Membuat klarifikasi atas suatu persoalan yg membingungkan / mengganggu

-kita mencari pendengar yg mampu membantu menangani/mengatasi persoalan

3. Proses eskalasi suatu hubungan

-ktk saling berbagi informasi yg bersifat pribadi, hubungan kita dg pendengar terasa lebih intim dan dekat

-cenderung melihat hub. Dlm pandangan antar pribadi

Resiko Self Disclosure

Culbert mengatakan bahwa resiko yg dihadapi sipelaku mrpkn kondisi yg selalu mengiringi self disclosure, artinya perilaku self disclosure selalu memiliki resiko dlm derajat yg berbeda2.

Ex : resiko pd pekerjaan, kehidupan keluarga, kehidupan sosial, dan berbagai aspek kehidupan lainnya

Keuntungan dan kerugian ini tidak mudah untuk diprediksikan, bagi sebagian orang mungkin menguntungkan namun tidak jarang mendatangkan kerugian

Resiko ini hrs benar2 disadari oleh si pelaku sejak ia mulai akan melakukan self disclosure

Petunjuk untuk melakukan self disclosure

1.Mempertimbangkan motivasi untuk self disclosure

-dari aspek mitra bicara kita, diri sendiri dan aspek hub. Kita dg mitra tsb.

-untuk menyakiti orang lain (menghukum) / menyenangkan (positif)

2. Mempertimbangkan ketepatan self disclosure

-self disclosure hrs tepat / cocok dg konteks dan hub antara pembicara&pendengar

-pertimbangkan waktu dan tempat pengungkapan

3. Mempertimbangkan kesempatan yg mungkin untuk respon yg jujur dan terbuka

-self dislosure sebaiknya dlm suasana yg jujur dan terbuka bukan dibawah tekanan shg mereka tdk bisa memberikan respon yg sesuai yg mereka harapkan

-cari waktu dan kesempatan untuk menimbulkan respon yg jujur dan terbuka

4. Mempertimbangkan kejelasan dan kelangsungan self dislosure

-self disclosure adl untuk menginformasikan bukan membingungkan (setengah2 infomasinya)

-coba lakukan setahap demi setahap jangan scr cepat dan sekaligus

5. Mempertimbangkan self disclosure orang lain

-berikan kesempatan bagi pihak lain untuk scr timbal balik juga melakukan self disclosure

-jika tdk ada timbal balik, tafsirkan kembali mungkin self disclosure tsb terjadi pd waktu yg tdk tepat bagi orang tsb.

6. Mempertimbangkan kemungkinan timbulnya beban

- pertimbangkan apakah self dislcosure yg kita lakukan akan membawa masalah potensial

-apakah menimbulkan beban / tunututan yg tdk masuk akal pd orang lain (membebani/menyusahkan pihak lain)

-jangan sampai menimbulakn ketegangan / friksi

Memberikan respon bagi pelaku self disclosure :

1.Praktekan keterampilan mendengarkan scr efektif dan aktif

-dengarkan scr aktif, penuh perhatian, dg empati dan dg pikiran terbuka

-kita hrs benar2 mengerti apa yg dipikirkan dan dirasakan

-ajukan pertanyaan untuk meyakinkan pengertian anda sendiri dan sbg tanda ketertarikan dan perhatian anda

2. Mendukung pembicara

-tunjukan dukungan thd pembicara selama dan sesudah self disclosure berlangsung

-jgn membuat evaluasi, konsentrasi pd pengertian dan lakukan sikap empatik (verbal maupun non verbal)

3. Memperkuat perilaku self disclosure

-kita memperkuat perilaku tsb agar tdk terhenti dg segera, mis : menatap mata pembicara saat ia berbicara

4. Menjaga kerahasiaan

-pembicara menginginkan kita tahu pikiran dan perasaannya karena itu kita hrs menjaga dan tdk mengkhianati kepercayaannya

5. Jangan gunakan self disclosure sbg senjata untuk melawannya

-jgn gunakan informasi yg sudah dipercayakan pd kita untuk melawanya, hal ini akan merusak hubungan interpersonal yg telah terbina dan menyebabkan hubungan berakhir


Materi : 4

Individu dalam KAP

Individu dalam KAP

Memahami komunikasi dan hubungan antar pribadi dari sudut pandang individu adl menempatkan pemahaman ttg k’si dlm proses psikologis

Setiap individu dlm tindakan k’si memiliki pemahaman dan makna pribadi thd setiap hubungan dimana dia terlibat

Aspek psikologis dr KAP menempatkan hub sosial kedlm individu, yi dlm diri partisipan k’si.

Aspek Psikologis dalam KAP

Letak (Lokus) pribadi

- aspek psikologis dari KAP menempatkan makna hubungan sosial kedalam individu, yaitu dlm diri partisipan

Asumsi dari lokus psikologis

- Diri pribadi individu terletak pada s/ tempat didlm individu dan tdk mungkin dpt diamati scr langsung (dpt pelajari mel perilakunya)

- Lokus psikologis dari k’si mengasumsikan individu memiliki 2 dimensi : internal dan eksternal

- Fungsi psikologis dari k’si adl menginterpretasikan tanda2 mel tindakan/perilaku yg dpt diamati

- Penyimpulan berdasarkan pengamatan thd perilaku dan tindakan (eksternal)

Menurut A. Fisher, ktk kita berk’si dg orang lain maka proses intrapribadi kita paling sedikit memiliki 3 tataran yg berbeda, yi :

  1. Pandangan kita mengenai diri kita sendiri (persepsi)
  2. Pandangan kita mengenai diri orang lain (meta persepsi)
  3. Pandangan kita mengenai pandangan orang lain ttg diri kita (meta2 persepsi)

*Tiap tataran berfungsi scr simultan ktk kita sedang berk’si dg orang lain dan dpt mempengaruhi / dipengaruhi oleh tataran lainnya.

-Dlm KAP, sedikitnya ada 2 orang yg terlibat, shg pada saat ketiga tataran proses psikologis ini beroperasi pada kita, hal yg sama akan berlaku pula pd diri partner k’si kita.

-Jadi arti penting dari k’si bukanlah kesamaan yg sempurna antara dua proses psikologis tapi berk’si seolah2 ada kesamaan diantara mereka, seolah2 berbagi diri shg proses psikologis mereka dpt mempengaruhi KAP dan hubungan sosial yg terjadi.

-proses psikologis tsb sama artinya dg proses intra pribadi bukan KAP

-Proses psikologis scr potensial dpt berpengaruh pada k’si dan hub. Antar pribadi karena individu menggunakannya sbg pedoman untuk bertindak/berprilaku

-Tapi kita jangan menganggap bahwa hanya proses psikologislah yg menentukan k’si

K’si efektif ada pemahaman ttg diri sendiri maupun partner k’si kita

Memahami diri pribadi dalam k‘si

Diri pribadi adl ukuran /kualitas yg memungkinkan seseorang untuk dianggap/ dikenali sbg individu yg berbeda dg individu lainnya.

Kualitas yg membuat seseorang itu khas, tumbuh dan berkembang mel interaksi sosial yi berk’si dg orang lain

Pengalaman dan kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia (kesadaran thd apa yg sedang dan telah terjadi pd diri pribadinya, kesadaran thd diri pribadi pd dasarnya adl prosese persepsi yg ditujukan kpd dirinya sendiri

Persepsi

-Abad 19 ilmuwan beranggapan apa yg ditangkap panca indera adl sesuatu yg akurat dan nyata.

-Tapi mengapa s/ orang biasanya punya kesan yg berbeda mengenai lingkungannya

-Ternyata apa yg kita amati dipengaruhi oleh citra retina mata dan terutama oleh kondisi pikirannya

-Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu maka semakin mudah an sering mereka berk’si

Persepsi menurut Fisher : interpretasi thd berbagai sensasi (penginderaan) sbg representasi dari obyek2 eksternal

-interpretasi dan pemberian makna thd orang / objek ttt

-pengetahuan ttg apa yg dpt ditangkap oleh indera

-sarana yg memungkinkan kita memperoleh kesadaran akan sekeliling dan lingkungan kita

Syarat terjadinya persepsi :

1. adanya obyek eksternal untuk dpt ditangkap oleh indera kita (nyata/kurang nyata, mis : persepsi ttg diri tapi keberadaanya dpt kita rasakan)

2. adanya informasi untuk diinterpretasikan

informasi adl segala sesuatu yg diperoleh mel sensasi/indra yg kita miliki

3. sifat representatif dari penginderaan tdk mengartikan scr langsung tapi mengartikan makna dari informasi yg kita anggap mewakili objek persepsi tsb

Persepsi manusia terbagi dua :

  1. Persepsi thd obyek

-mel lambang2 fisik, menanggapi sifat luar, tidak bereaksi/ statis

2. Persepsi thd manusia

-mel lambang2 verbal dan non verbal, menanggapi sifat luar dan dalam (perasaan, motif, harapan, dsb), beraksi/dinamis dpt berubah dari waktu ke waktu, lebih cepat daripada perspsi thd objek

Persepsi thd lingkungan fisik :

*penilaian thd bulan

-Amerika utara=melihat pria dibulan

-Indian Amerika=melihat kelinci

-Cina=melihat wanita yg meninggalkan suaminya

-Samoa=wanita yg sedang menangis

-Sunda=melihat nenek mereka (nini anteh)

Persepsi sosial :pros menangkap arti objek2 sosial dan kejadian2 yg kita alami dlm lingkungan kita

Manusia bersifat emosional shg penilaian thd mereka mengandung resiko

**Latar belakang pengalaman, budaya dan suasana psikologis yg berbeda membuat persepsi kita juga berbeda

Proses Persepsi :

  1. Terjadinya stimulasi alat indra

-alat indera dirangsang, ex : mendengar suara musik, mencium parfum orang yg duduk dekat dg kita, mencicipi sepotong kue, dst

2. Stimuli thd alat indera diatur

-diantaranya berdasarkan prinsip proksimitas/ kedekatan (proximity) ex: orang yg scr fisik mirip satu sama lain dipersepsi bersama dan prinsip kelengkapan(closure)/kita cenderung mempersepsi suatu pesan yg tdk lengkap sbg gambar/pesan yg lengkap ex : mempersepsi gambar setengah lingkaran sbg lingkaran yg penuh

3. Stimulasi alat indera ditafsirkan –dievaluasi

-penafsiran dan evaluasi berdasarkan rangsangan dari luar dan dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kebutuhan, keinginan, sistem nilai, keyakinan, keadaan fisik dan emosi yg ada pada kita

-walaupun kita semua menerima pesan sama, cara masing2 orang menafsirkan dan mengevaluasi tdklah sama, ex : suara musik rock bagi sebagian orang mrpk musik yg ingar bingar tapi bagi sebagian yg lain mrpkn musik yg indah

-penafsiran-evaluasi ini juga berbeda bagi satu orang yg sama dari waktu ke waktu, ex : musik slow pd saat jatuh cinta mrpk sesuatu yg enak didengar tapi saat putus cinta ???

Sifat2 Persepsi :

1. Persepsi adl pengalaman

-sbg dasar untuk melakukan interpretasi/mengartikan makna dr sesuatu

-dasar ini bisa ditemukan pd pengalaman masa lalu kita dg orang, objek, peristiwa tsb / hal2 yg menyerupainya

2. Persepsi adl selektif

-individu cenderung mempersepsi atas dasar sikap, nilai, yg ada dlm dirinya dan mengabaikan karakteritik yg tdk relevan dgnya.

-kita cenderung memperhatikan bagian2 ttt dari obyek / orang / peristiwa atau hanya karakteristik ttt yg kita inginkan

3. Persepsi adl penyimpulan

-interpretasi pd dasarnya adl penyimpulan atas informasi yg ada (tdk lengkap)

-berhub dg sifat selektif, karena keterbatasan otak kita hanya dpt mempersepsi sebagian karakteristik dan melakukan pelompatan penyimpulan

4. Persepsi tdk akurat

-s/ persepsi mengandung kesalahan pd kadar ttt

-hal ini disebabkan oleh pengaruh sifat2 persepsi sebelumnya

-mis : karena penyimpulan yg terlalu mudah/ menyamaratakan, menganggap sama sesuatu yg hanya mirip

-ketidakakuratan tdk selalu menimbulkan / menjadi msl dlm KAP

5.Persepsi adl evaluatif

-persepsi tdk akan pernah obyektif karena interpretasi yg kita lakukan brdsrkan pengalaman dan merefleksikan sikap, nilai, dan keyakinan pribadi untuk memberi makna pd obyek persepsi

-dlm mempersepsi biasanya individu memberikan penilaian dan jarang bersifat netral

-kita cenderung mengingat hal2 yg memiliki nilai ttt baik/buruk) dan hal2 netral / biasa saja cenderung kita lupakan / tdk bisa kita ingat dg baik

Elemen2 Persepsi :

1. Sensasi/ penginderaan dan interpretasi

-ktk seseorang menangkap sesuatu mel inderanya (melihat, mendengar, mencicipi, membaui/meraba) maka scr simultan dia a/ menginterpretasikan makna hsl penginderaan

2. Harapan

-kita cenderung untuk mendengar apa yg ingin kita dengar dan melihat apa yg kita harapkan u/ dilihat terlepas dari apa yg ‘sesungguhnya’ kita dengar dan lihat

3. Bentuk dan latar belakang

-salah satu cara u/ memahami pros persepsi terletak pd kemampuannya u/ membedakan a/ berbagai informasi

-informasi yg dianggap lebih penting dan relevan disebut figur

-informasi yg dianggap tdk penting / kurang penting/ kurang relevan disebut back ground

4. Perbandingan

-s/ orang biasanya meyakini kebenaran persepsinya dan mrpkn cara yg bisa digunakan u/ menentukan kevalidannya

- dg cara membandingkannya dg sesuatu, jika makna yg dipersepsikan konsisten/mirip

5. Konteks

-seperangkat fenomena yg sama dg objek persepsi kita

-konteks dimana kita mempersepsikan suatu obyek, sangat kuat pengaruhnya

-konteks mrpkn objek2 lain atau peristiwa lainnya

Memahami Orang Lain dlm K’si

Dlm s/ kap, a/ terdapat 2 diri pribadi yg hrs dikenali, yi diri kita sendiri dan diri orang lain yg menjadi partner k’si kita.

Upaya u/ mengenali orang lain (mempersepsi orang lain) dg melakukan persepsi thd perilaku k’sinya yg dpt diamati

Memahami diri orang lain dlm komunikasi

Ada 3 informasi terpenting u/ mempersepsi orang lain :

  1. Tujuan orang tsb
  2. Kondisi internal (psikologis)nya
  3. Kesamaan antara kita dg orang tsb

Persepsi tsb mencakup karakteristik fisik dan perilakunya

Tujuan partisipan kap mengenali partisipan lainnya :

1. Mengurangi ketidakpastian

-mengurangi resiko salah persepsi

2.Perbandingan sosial

-u/ evaluasi diri / mengetahui bgmana diri kita

-cenderung membandingkan dg orang yg setara dg kita

-untuk mengetahui perlu/tdk melanjutkan perilaku k’si

* Kedua tujuan ini terbatas pd tahap pengenalan/mulai mengenal, yi tahap awal KAP. Interaksi selanjutnyaa/ semakin mengurangi ketidakpastian dan memperjelas bagamana hrs berinteraksi dan biasanya membawa pd penemuan kesamaan

Persepsi thd orang lain

Mempersepsi orang lain mencakup persepsi thd karakteristik fisik dan perilaku k’si orang tsb.

Steve Ducks mengemukakan bahwa perilaku tsb a/ membantu dlm 3 hal :

  1. Perilaku tsb mungkin a/ terasa menyenangkan bg kita
  2. Perilaku tsb memberi informasi yg dpt digunakan u/ membentuk kesan internal seseorang (kepribadian, sikap, keyajinan, nilai, dsb)
  3. Perilaku tsb memberi perkiraan kelanjutan hubu dikemudian hari

*persepsi thd kepribadian/kondisi internal spt main tebak2an , semakin banyak informasi (k’si) maka tebakan semakin akurat

Proses kognitif dlm
mempersepsi orang lain:

3 proses kognitif dlm mempersepsi orang lain :

  1. Implicit personality theory
  2. Proses atribusi
  3. Responsse sets

1.Implicit personality theory

-bdrskan pengalaman masa lalu, kita telah mengenal berbagai ciri psikologis /kepribadian yg berbeda2 dari orang yg berbeda2 pula

-ktk berinteraksi dg orang lain dan mengamati perilakunya, kita mengurangi ketdkpastian dg mengevaluasi sesuai dg ciri psikologis yg telah kita kenal

-kebalikan dr stereotyping (mengklasifikasi scr umum dan menerapkan pd orang lain tanpa tahu lebih jauh sbg individu yg spesifik)

-dimulai dari individu, mengidentifikasinya kdlm kls sosial brdsrkan apa yg kita ketahui ttg individu tsb sbg sosok yg khas

-sist. Aturan yg mengatakan kpd anda mana karakteristik yg sesuai u/ karakteristik yg lain

2. Proses Atribusi

-pros intrapribadi yg menempatkan penyebab/pengendali atas s/ peristiwa kpd seseorang/sesuatu

-menyimpulkan motif, maksud dan karakteristik orang lain dg melihat perilakunya yg tampak

-menempatkan locus of control kpd seseorang (disposisional) / kpd konteks (situasional)

-membantu menyusun penjelasan mengenai s/ kejadian/peristiwa

-relatif akurat menggambarkan hub ant psikologis dg perilaku

-mempengaruhi hsl hub. Antar pribadi (meneruskan/meningkatkan hub)

3. Responsse Set

-Mrpkn predisposisi ttt yg dilakukan u/menanggapi orang lain

-jalan pintas u/ melakukan penyimpulan

-salah satu proses kognitif individu dlm mempersepsi orang lain

-proses tsb mrpkn lompatan penyimpulan atas perilaku orang lain

Bentuk2 responsse set :

  1. Hallo effect

-menggeneralisasikan perilaku orang lain dlm situasi ttt pd situasi lain yg sama sekali blm kita ketahui

-kita mengabaikan situasi yg dpt mempengaruhi tindakan orang

-kita melupakan kenyataan bahwa orang a/ berprilaku dan menampilkan peran yg berbeda dlm situasi yg berbeda dan kpd orang berbeda

b. Leniency effect

-membiarkan hubungan kita dg seseorang mempengaruhi persepsi kita thd orang tsb

Konsep yg menjelaskan perilaku kita thd orang lain :

u/ dpt berk’si scr efektif, kita berharap u/ dpt mempengaruhi persepsi orang lain thd diri kita, memberikan penilain yg baik mengenai diri kita / paling tdk memiliki kesan kalau kita konsisten dg tujuan k’si kita kpdnya.

Kita tdk dpt memaksakan hal tsb tapi bisa melakukan sesuatu u/ mengarahkan persepsi mereka, yi kita dpt berperilaku dlm cara2 ttt yg dpt mendorong kearah kesan ttt mengenai diri kita

Tindakan ini wajar buan selalu upaya berpura2 / menipu orang lain, karena s/individu mempunyai peran sosial yg berbeda bagi s/ orang / situasi

Konsep2nya sbb :

Impression Management (Erving Gofman)

: bagaimana setiap orang dlm kehidupan sehari2nya terlibat dalam “memerankan” dirinya kepada orang lain.

-memandang KAP sbg sebuah drama / sandiwara.

-sbg partisipan, kita bukan hanya sbg aktor, tapi sekaligus penulis skenario yg menulis naskah kehidupan nyata ktk kita terlibat dlm KAP

-kita menghadirkan diri kita dlm 2 bentuk prilaku : depan dan belakang

-depan mengacu pd bagian diri kita yg berada diatas panggung yg dpt diamati/tampak oleh orang lain (situasi pribadi)

-belakang mengacu pd perilaku dibelakang panggung yg kita lakukan ktk tdk ada orang lain/tdk menyadari adanya orang lain yg hadir disekitar kita(situasi sosial)

-perilaku kita mrpk respon thd perilaku orang lain

-shg kita dpt berinteraksi scr wajar da mampu mengendalikan kesan orang lain thd diri kita

2. Rhetorical sensitivity

-Rod hart dan Don Burks

Mengacu pd kualitas persepsi yg didasarkan atas kemungkinan2

Peka thd diri sendiri, situasi dan orang lain

Melakukan adaptasi thd kemungkinan2

Ada 5 karakteristik yg menandai:

  1. Dpt menerima kompleksitas pribadi, s/ individu mrpkn kesatuan dari banyak diri
  2. Menghindari sifat kaku/keras dlm berk’si dg orang lain
  3. Mengimbangkan kepentingan pribadi dg kepentingan orang lain (kesadaran interaksi)
  4. Sadar kapan hrs mengk’sikan atau tdk sesuatu dlm situasi yg berbeda
  5. Sadar bahwa s/ pesan dpt dikemukakan mel berbagai cara dan dpt menyesuaikan cara penyampaian pesan kpd partner k’si dlm situasi ttt

3.Attributional responsses

Kita menanggapi dg s/ cara yg scr jelas menunjukan s/ makna ttt thd perilaku orang lain

s/ tindak k’si dlm s/ percakapan dpt menyertakan s/ percakapan dpt menyertakan s/ ekspresi/pernyataan atributif mel penilaian thd makna perilaku orang lain

4. Konfirmasi antarpribadi

Mrpkn tanggapan atau reaksi a/ perilaku orang lain.

Ktk kita mengarahkan kesan pd saat yg sama orang lain (partner k’si juga melakukan hal yg sama)

Dlm menanggapinya kita memiliki 3 alternatif :

  1. Konfirmasi

Kita menerima identifikasi orang lain spt yg ditampilkan dihadapan kita

b. Menolak

Kita mengakui keberadaan orang tsb namun menyangkal definisi diri yg dia tampilkan

c. Diskonfirmasi

Lebih jauh dari penolakan, sepenuhnya mengabaikan pesan orang lain dan menganggapnya tdk pernah diucapkan

Materi 5

Hubungan Antar Pribadi

Hubungan Antar Pribadi

Kita dapat menjelaskan hubungan antar pribadi dg mengidentifikasikan 2 karakteristik penting :

1. Hubungan antar pribadi berlangsung melalui beberapa tahap ( interaksi awal-pemutusan)

2. Hubungan antar pribadi berbeda2 dlm hal keleluasaan dan kedalaman

Tahap2
Pengembangan Hubungan Antar Pribadi

Hubungan berkembang melalui tahap2 (Knapp, Wood), keakraban terjadi secara bertahap mel serangkaian langkah / tahap.

Ada 5 tahap penting dalam pengembangan hubungan yg bersifat standar, menggambarkan hubungan spt apa adanya, tidak mengevaluasi/ menguraikan bagaimana seharusnya hubungan itu berlangsung


Pergerakan diantara tahap :

-panah keluar meunjukan bahwa s/ tahap menawarkan kesempatan u/ keluar dari hub.

-panah vertikal/ perpindahan menuju ke tahap selanjutnya dan sebaliknya menggambarkan kemampuan u/ berpindah ke tahap lain

-panah self reflexive, kembali ke awal dari tahap yg sama, ini menggambarkan s/ hub. dpt stabil pd sembarang ttk

1.Kontak

-kontak menggunakan berbagai macam persepsi alat indera

-menurut beberapa riset, dlm 4menit pertama interaksi awal, kita memutuskan ingin melanjutkan / tidak

-pd tahap ini, penampilan fisik sangat penting (dimensi fisik paling terbukau/ diamati scr mudah) namun kualitas2 lain spt sikap bersahabat, kehangatan,keterbukaan dan dinamisme juga terungkap pd tahap ini

-jika kita menyukai orang tsb dan ingin melanjutkan hubungan, kita beranjak ketahap kedua

Contoh Pembicaraan Tahap kontak :

-“hallo”, “hai”, pesan yg dangkal yg kita ucapkan kpd s/ orang sbg basa-basi

-”apa kabar”, cara lain u/ mengucapkan halo. Kita tdk benar2 ingin mendengarkan kabar orang tsb.

-”bukankah kita pernah bertemu minggu lalu?”, usaha tak langsung u/ membuat kontak

-”bolehkah saya duduk disini?”, pernyataan langsung yg mengungkapkan keinginan u/ membuat kontak

2. Keterlibatan

-tahap pengenalan lebih jauh, ktk kita mengikatkan diri kita u/ lebih mengenal orang lain dan juga mengungkapkan diri kita

-jika hub. nya bersifat romantik, mungkin kita melakukan kencan pd tahap ini

-jika hub.nya persahabatan, mungkin kita melakukan sesuatu yg menjadi minat bersama, ex : nonton bioskop bersama, nonton pertandingan OR bersama, dsb

Contoh Percakapan Tahap Keterlibatan :

-”saya juga senang memasak”, membicarakan dan menetapkan minat yg sama

-”bagaimana kabarmu”, permintaan a/ infomasi ttt (biasanya +) tapi tdk terlalu rinci

-”ada sedikit msl tapintdk serisus”, ungkapan diri tingkat rendah-menengah, tdk ada hal yg serius yg diungkapkan disini

-”saya sangat ingin berhasil dlm pekerjaan ini hingga kadang cemas bagaimana kalau saya gagal”’ berbagi rasa mengenai hal yg penting

-”saya ingin mengundangmu makan malam, saya ingin mengenalmu lebih jauh”, pernyataan langsung yg mengungkapkan keinginan u/ melibatkan diri

3.Keakraban

-kita mengikat diri kita lebih jauh pd orang tsb.

-mungkin membina hub. Yg primer, dimana orang tsb menjadi sahabat baik/ kekasih anda

-komitmen ini dpt mempunyai berbagai bentuk : perkawinan, membantu , kekasih

-tahap ini kadang hanya 1, 2, 3, 4 orang saja


Contoh Percakapan Tahap Keakraban :

- “kita bisa berdansa bersama”, ungkapan kebersamaan (ke-kitaan)

- “bagaimana kabarmu”, ungkapan u/ mengetahui informasi penting mengenai kesahatan / perasaan, khususnya jika ada alasan kuat u/ percaya bahwa ada perubahan; s/ cara u/ mengatakan “saya memperhatikanmu”

- “saya benar2 merasa tertekan”, ungkapan diri yg penting

- “aku cinta pada mu”, ungkapan keakraban scr langsung

- “ini kunci kamarmu”, pernyataan tak langsung (jelas) yg menyatakan keinginan a/ keakraban

- “saya ingin menikahimu”, pernyataan langsung yg mengharapkan komitmen dan kelanjutan keakraban; komitmen hub. ini

4. Perusakan

-tahap ini mrpkn tahap penurunan hubungan, ktk ikatan diantara kedua pihak melemah

-pd tahap ini anda mulai merasa bahwa hub. Ini mungkin tdklah sepenting yg anda pikirkan sebelumnya

-anda semakin menjauh, makin dikit waktu senggang yg dilalui bersama dan bila bertemu, kita saling berdiam diri, tidak lagi banyak mengungkapkan diri

-jika tahap ini berlanjut maka kita memasuki tahap pemutusan hubungan

Contoh Pembicaraan Tahap Perusakan :

-”maaf saya memerlukan lebih banyak ruang”, keinginan u/ menyendiri

-”saya tdk tahan lagi”’ evaluasi negatif makin meningkat

-”saya ingin mulai mengenal orang lain”’ pernyataan langsung yg mengutarakan keinginan u/mengurangi ting. Keakraban

-”Mengapa kamu tidak pergi sendiri saja”, pernyataan keinginan u/ berpisah dan tampak dimata orang lain

-”kamu tdk pernah mendengar keinginanku, ini semua salahmu”, mencari2 kesalahan, mengkritik, menyalahkan

5. Pemutusan

-tahap pemutusan ikatan yg mempertalikan kedua pihak

-jika bentuk hub.nya perkawinan dilambangkan dg perceraian, walaupun pemutusan hu. Aktual dpt berupa hidup terpisah.

-terjadi peredaan, kadang2 keresahan dan ketegangan makin meningkat, saling tuduh, permusuhan, sering marah2

-ini mrpkn saat u/ memulai hub. Yg baru dg orang lain

Contoh Pembicaraan Tahap Pemutusan :

-”selamat tinggal”, ungkapan puncak keinginan u/ memutuskan hub

-“saya ingin bercerai”’ pernyataan langsung yg mengungkapkan keinginan u/ memutuskan hub

-”kenalkan, ini tom sahabat/pacar baru saya”’ idem

-”saya sudah mencoba tapi rasanya belum cukup”, upaya u/ mendapatkan dukungan sosial dari pihak lain

Tahap2 Perkembangan Hubungan
(menurut Knap) :

  1. Inisiasi, mencakup percakapan singkat dan saling memberi salam
  2. Eksperimen, percakapan berfungsi menjajaki terjadinya hub. Lebih lanjut dan membantu mengungkapkan/ persamaan/ perbedaan kepentingan
  3. Intensifikasi, melibatkan penyelidikan yg lebih mendalam pd kepribadian masing2
  4. Integrasi, menciptakan rasa “bersama”, rasa”kami”/ “kita”, dimana ke2nya bertindak sbg s/ unit dan bukan sbg individu yg terpisah(keputusan yg dilakukan berdua, ex : pacaran, sahabat)
  5. Ikatan, terjadi ktk ke2nya masuk pd s/ ritual yg scr formal mengakui hub. Jangka panjang

(tdk semua hub. Antar pribadi bisa ketahap ini)

Tahap2 Penurunan/ Berakhirnya Hubungan (steve duck)

  1. Fase “intrapsychic”, orang a/ memusatkan perhatian pd partnernya dan menilai adanya ketdkpuasan didlm hubungannya
  2. Fase “dyadik”, fokusnya ada pd hub. Itu sendiri, dik’sikan scr eksplisitdan dinamika hub. Mereka jg dibicarakan, ada keputusan apakah hub. Diperbaiki/ memburuk
  3. Fase “sosial”, fokus pd kel. Sosial yg lebih besar
  4. Fase “grave dressing”, terjadi setelah pemutusan hub., pertumbuhan akibat berakhirnya hubungan.

Keluasan dan Kedalaman Hubungan

-Hubungan dpt diuraikan menurut juml. Topik yg dibicarakan oleh 2 orang atau ‘kepersonalan” yg mereka lekatkan pd topik2 tsb. (Altman&Taylor)

-Banyaknya topik yg dik’sikan disebut keluasan (breadth)

-’kepersonalan”, inti dari individu disebut kedalaman (depth)

-individu digambarkan sbg s/ lingkaran dan lingkaran tsb dibagi menjadi bagian2 berbentuk laba2.

-bagian2 ini melambangkan topik yg dibicarakan /bidang keluasan.

-lingkaran2 konsentris menggambarkan berbagai tingkat k’si atau kedalaman

Penetrasi Sosial

-kita dpt menguraikan hub. (persahabatan, percintaan, kekeluargaan, dsb) dari segi keluasan dan kedalaman

-teori ini dikembangkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor

-pd tahap awal hub. Biasanya ditandai dg kesempitan (narrowness) artinya topik yg dibahas hanya sedikit dan kedangkalan (shallowness) artinya topik yg didiskusikan hanya dibahas scr dangkal

-bila hub. Berkembang ketingkat yg akrab dan kuat, kedalaman dan keluasan meningkat dan peningkatan ini dipandang nyaman, normal dan alamiah

Depenetrasi

-bila s/ hub. Mulai rusak, keluasan dan kedalaman seringkali berbalik arah dg sendirinya

-seraya mengakhiri hub. , kita mungkin menghilangkan topik2 ttt dari interaksi antar pribadi

-sekaligus, mungkin kita mendiskusikan topik lain scr kurang mendalam

-kita akan mengurangi tingkat pengungkapan diri dan mengurangi pengungkapan perasaan

Daya Tarik Antarpribadi

-mrpk variabel penting dlm mengembangkan hub.

-apa yg membuat kita tertarik kpd orang2 ttt dan tidak pad yg lain ?

-riset membuktikan ada 5 faktor utama yg mempengaruhi daya tarik

6 Faktor utama yg mempengaruhi daya tarik

  1. Daya tarik fisik dan kepribadian

-kita lebih menyukai orang yg scr fisik menarik

-kita juga menyukai orang yg memiliki kepribadian menyenangkan

2. Membentuk citra

-kita cenderung melekatkan karakteristik positif pd orang yg menurut kita menarik dan sebaliknya

3. Kedekatan (proximity)

-jarak fisik penting pd tahap awal interaksi

-Leon festinger, Stanley schacter& Kurt black meneliti persahabatan dikomp. Asrama mhs. Mereka menemukan persahabatan dipengaruhio/ jarak diantara unit2 dimana mereka tinggal

-kedekatan juga memungkinkan kita u/ mengenal orang lain

-kita mungkin menyukai orang yg kita kenal karena kita mempunyai perkiraan perilaku mereka shg kita tdk terlalu takut pd mereka

4. Pengukuhan

-kita menyukai orang yg menghargai/mengukuhkan kita baik bersifat sosial (komplimen/pujian) maupun material (hadiah, promasi)

-tapi penghargaan juga dpt berakibat sebaliknya, bila berlebihan, penghargaan kehilangan efektivitasnya

-orang yg terus menerus memberikan penghargaan kpd orang lain akan membuat orang tsb waspada/ hati2

-penghargaan juga hrs teras tulus dan tdk didorong o/ kepentingan pribadi

-kita juga tertarik pd orang yg kita hargai

5. Kesamaan

-walaupun kadang ada pengecualian, kita umumnya menyukai orang yg sama dg kitadlm hal kebangsaan, suku bangsa, kemampuan, karakteristik fisik, kecerdasan, sikap dan selera

-dlm beberapa kasus, kita acapkali menemukan perbedaan, mis : orang tua berkencan dg partner yg lebih muda, orang yg tdk menarik dg orang yg tampan, dsb.

-dlm status ini mungkin yg mereka tdk menarik memiliki kualitas lain yg mampu mengimbangi kekurangannya dlm daya tarik fisik. Status, kekayaan, kecerdasan, kekuasaan dan berbagai karakteristik kepribadian lainnya mrpk contoh nyata kualitas yg dpt mengimbangi kekurangan daya tarik fisik

6. Sifat saling melengkapi

-prinsip kesamaan meramalkan, orang akan tertarik pd mereka yg mirip dgnya (sikap, fisik, harga diri, suku, agama, usia, kelas sosial, dsb)

-prinsip komplementaris meramalkan, orang tertarik kpd mereka yg tidak serupa dgnya

-pd situasi ttt, orang tertarik pd orang lain yg tdk serupa dgnya.

Mis :

-mhs yg pasif cocok dg dosen yg agresif (aktif) tapi disisi lain ia tdk dpt hidup dg suami/istri yg agresif

-istri yg dominan cocok dg suami yg penurut tapi tdk cocok kalau berteman dg orang penurut

-Thedore Reik berpendapat, kita jatuh cinta pd orang memiliki karakteristik yg tdk kita miliki dan sebenarnya kita merasa iri

Pengembangan & Perusakan Hubungan

  1. Pengembangan hubungan

-motivasi ( beberapa alasan umum u/ mengembangkan sebagian besar hub) dan proses memprakarsai (memulai) hubunganserta bbrp saran nonverbal/verbal u/ membuat jumpa pertama lebih efektif

Alasan2 Pengembangan Hubungan

1. Mengurangi kesepian

-kesepian dpt diatasi jika kebutuhan akan kontak fisik maupun emosional terpenuhi

-dlm upaya mengurangi kesepian, biasanya orang berusaha melingkungi dirinya dg banyak kenalan tapi bisa juga dg membina satu hub. Yg dekat

2. Mendapatkan rangsangan (stimulasi)

-kita mrpkn mahluk intelektual yg butuh stimulasi intelektual spt : bertukar gagasan, berdebat, mengasah penalaran, analitik, interpretasi, dsb u/ meningkatkan, mengembangkan dan mempertajam kemampuan

-kita juga mahluk fisik yg butuh stimulasi fisik spt belaian, memeluk atau dipeluk

-Kita mahluk emosional yg butuh stimulasi emosional, kita perlu tertawa, menangis, harapan, kejutan, kehangatan.

-kita membutuhkan latihan u/ emosi juga kemampuan intelektual

3. Mendapatkan pengetahuan diri

-sebagian besar mel kontak dg sesama manusia, kita belajar mengenal diri sendiri

-kita melihat diri sendiri sebagian mel mata orang lain

-jika kawan kita melihat kita sbg pribadi yg hangat dan pemurah maka kita juga akan memandang diri kita sendiri sbg orang yg hangat dan pemurah

4. Memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan penderitaan

-mrpk alasan yg paling umum dan mencakup semua alasan

-kita perlu berbagi rasa dg orang lain mengenai nasib baik kitaserta penderitaan emosi atau fisik kita

Memprakarsai Hubungan

-aspek yg paling sukar tapi paling penting dlm pengembangan hub adl permulaannya

-bertemu dg seseorang, menampilkan diri kita sendiri, dan berusaha ke tahap selanjutnya

-Murray Davis mengatakan, jumpa pertama terdiri dari 6 langkah

6 langkah/pedoman/prinsip
agar jumpa pertama efektif

  1. Meneliti kualitas

-kualitas: aspek2 yg membuat orang yg akan kita temui mrpkn pilihan yg tepat

-kecantikan, gaya busana, perhiasan, dsb(tampak dg jelas)

-kepribadian, kesehatan, kekayaan, bakat, kecerdasan, dsb (lebih tersembunyi)

-kualitas2 tsb memberikan gambaran kpd kita siapa yg akan kita jumpai

2. Melihat lampu hijau

-coba tentukan apakah orang yg akan kita jumpai cocok dg tujuan/ macam pertemuan yg kita minati

-mis : jika ingin mengajak kencan, lihat apakah dia mengenakan cincin kawin?

3. Membuka perjumpaan

-buka perjumpaan scr verbal maupun non verbal

-cari topik yg menarik buat kita dan orang tsb

-cari isyarat kalau orang tsb sudah siap u/ perjumpaan yg lebih pajang

4. Topik yg memadukan

-topik yg menarik bagi kita dan orang tsb akan membantu memadukan kita berdua

-topik2 ini diperoleh mel analisis atas informasi’gratis’, yi informasi ttg orang tsb yg dpt dilihat/ muncul selama percakapan

5. Ciptakan citra yg menyenangkan

-tampilkan ‘pribadi yg mengundang’, yi bagian dari diri kita yg mengundang, memikat dan menarik orang tsb

-tampilkan bagian dari pribadi kita yg akan membuat orang tsb berkeinginan melanjutkan pertemuan

6. Rencanakan pertemuan kedua

-jika kita cocok dg kenalan kita, rencanakan pertemuan kedua

Ini dpt pertemuan yg bersifat umum maupun khusus

Perusakan Hubungan

-penurunan hubungan dan kemungkinan pemutusan hubungan

-hakikatnya : melemahnya iktan yg mempertalikan orang bersama

-berangsur2 atau mendadak

-Murray davis, passing away untuk perusakan yg berangsur2 dan sudden death untuk perusakan yg mendadak

Manfaat putusnya hubungan

- Kadang s/ hub. Tdk produktif bagi salah satu / kedua pihak dan pemutusan hub. Mrpk hal yg terbaik

- Pemutusan hub. Memberikan waktu bagi kedua pihak u/ memperoleh kembali kemandirian dan kebebasan mereka

- Terpulang pd s/ individu untuk menarik hikmah dari s/ hub. Yg mengalami kerusakan

Beberapa sebab perusakan hubungan

  1. Melunturnya alasan2 untuk membina ubungan
  2. Hubungan pihak ketiga
  3. Perubahan sifat hubungan pd salah satu / kedua pihak
  4. Harapan yg tak terkatakan

- Seringkali konflik berpusat pd dimensi hub.

- -marah karena tdk puas/tdk bahagia

- -harapan yg tdk realistik

- -sakit hati yg blm sembuh

- -konflik yg belum terselesaikan

  1. Seks,

-Blumstein&Schwart,msl sek mrpkn msl peringkat ketiga

-walaupun frek. Hub. Seks tdk tdk ada kaitannya dg putusnya hub. Tapi kepuasan seksual ada hubnya.

6. Pekerjaan

-ketidak bahagiaan dg pekerjaan seringkali menimbulkan kesulitan hub.

-Phillip Blumstein&Pepper Schwartz menunjukan, orang tdk bisa memisahkan msl ditempat kerja dg hub. Mereka

-Menghabiskan waktu u/ pekerjaan shg kurang waktu u/ bersama2

7. Masalah keuangan

-uang penting dlm s/ hub. Karena erat kaitannya dg kekuasaan

8. Ketidakmerataan distribusi penghargaan dan biaya

-umumnya, kita mempertahankan hub. Yg menguntungkan dan meninggalkan hub. Yg merugikan selanjutnya, kita mengharapkan dan mendambakan kesetaraan dlm hub. Kita

-riset menunjukan jika hub. Setara maka kita akan tetap bersama

9. Komitmen

-komitmen tg kuat pd kedua pihak maka hub. a/ dpt dipertahankan, kita a/ dpt mengatasi hambatan dan memperbaiki keadaan, begitu juga sebaliknya

Komunikasi dlm hub. Yg sedang memburuk

-bbrp k’si yg dilakukan selama hub. Memburuk

-mrpkn reaksi thd memburuknya hub.

-Pola ini juga bisa menjadi sebab memburuknya hub.

-Ada 6 pola pokok yg menandai k’si selama memburuknya hub.

  1. Menarik diri

-tindakan menarik diri tampak pd semakin besarnyaruang yg dibutuhkan dan timbul kemarahan jika ruang tsb dilanggar

-menarik diri dpt dilihat scr verbal maupun non verbal

2. Pengungkapan diri

-k’si pengungkapan diri berkurang/ dianggap tidak perlu

-merasa hal tsb tdk berguna/ bermanfaat

-tidak mendapat dukungan thd pengungkapan diri yg dilakukan

3. Pengelabuan

-meningkatnya pengelabuan berbentuk dusta yg nyata

-dusta dilakukan u/ menghindari pertengkaran dan kadang karena rasa malu (u/ mempertahankan hub. Dan tdk ingin menambah msl atau ingin mengakhiri hub tapi tdk mau disalahkan)

-msl yg ditimbulkan dari pengelabuan adl tercipta suasana saling tidak percaya dan saling curiga

4. Reaksi evaluatif

-meningkatnya reaksi evaluatif dan menurunnya reaksi positif

-ini sering menimbulkan konflik dan pertengkaran

5. Perilaku yg diharapkan

-terjadi perubahan besar pada macam permintaan yg dikemukakan

-berkurangnya permintaan dari prilaku yg menyenangkan/diharapkan

-bersamaan dg itu, semakin banyak permintaan u/ menghentikan perilaku yg tdk menyenangkan / negatif

-kurangnya basabasi manis

6. Berkurangnya pujian

-semakin jarang dilakukan, begitu pula dg dukungan positif, komplimen yg tulus

-berusaha menghindari tatapan langsung dan jarang saling melontarkan senyum dam membelai


Materi 6

Memperbaiki KAP dan Manajemen Konflik

Efektivitas KAP

-KAP dpt sangat efektif namun bisa juga tdk efektif

-ada beberapa sudut pandang karakteristik efektivitas dalam KAP, yi :

*sudut pandang humanistik

*sudut pandang pragmatis

*sudut pandang pergaulan sosial dan sudut pandang kesetaraan

1. Sudut Pandang Humanistik

-dinamai ancangan lunak

-ancangan ini dimulai dg kualitas2 umum yg filsuf humanis, menentukan terciptanya hub. Antar manusia yg superior

-dari kualitas2 umum tsb, dapat menurunkan perilaku2 spesifik yg menandai KAP yg efektif

Ada 5 kualitas umum yg dipertimbangkan, yi :

  1. Keterbukaan

-k’tor antar pribadi hrs terbuka dg orang yg diajaknya berinteraksi (hrs ada kesediaan u/ membuka diri seperlunya)

-kesediaan k’tor untuk bereaksi scr jujur thd stimulus yg datang

-”kepemilikan” perasaan dan pikiran

2. Empati

-Benry Backrack mendefinisikan empati sbg “ kemampuan seseorang u/ mengetahui apa yg sedang dialami orang lain pd saat ttt, dari sudut pandang orang lain itu/ mel. Kacamata orang lain tsb.

-orang yg empatik mampu memahami motivasi, pengalaman, perasaan, sikap, harapan dan keinginan mereka dimasa datang shg mampu menyesuaikan k’sinya

-langkah awal mencapai empati adl menahan godaan untuk mengevaluasi, menilai, menafsirkan, dan mengkritik karena dpt menghambat pemahaman.

-langkah kedua, makin banyak mengenal seseorang (keinginan, pengalaman, kemampuan, ketakutan, dsb)

-ketiga, coba merasakan apa yg dirasakan orang lain dari sudut pandangnya

-kita dpt mengk’sikan empati scr verbal maupun non verbal

-scr non verbal, k’si empati dg memperlihatkan : 1. keterlibatan aktif dg orang itu mel. Ekspresi wajah dan gerak-gerik yg sesuai, 2. konsentrasi terpusat mel. Kontak mata, postur tubuh yg penuh perhatian dan kedekatan fisik, sentuhan / belaian yg sepantasnya

3. Sikap Mendukung

-k’si terbuka dan empatik tdk dpt berlangsung dlm suasana yg tidak mendukung

-sikap mendukung :

  1. Deskriptif bukan evaluatif
  2. Spontan bukan strategik
  3. Provisional bukan sangat yakin

A. Deskriptif

-k’si sbg permintaan akan informasi/uraian mengenai s/ kejadian ttt dan tidak memberikan evaluatif

-evaluasi negatif biasanya akan menimbulkan reaksi defensif kecuali bagi orang yg bersemangat tinggi yg ingin selalu meningkatkan dirinya

B. Spontanitas

-orang yg spontan dan terus terang serta terbuka dlm mengutarakan pikiran dan perasaannya biasanya akan bereaksi sama

-orang yg menyembunyikan perasaan-pikiran membuat orang lain berpikiran bahwa orang tsb mempunyai rencana/ strategi tersembunyi shg mereka akan bereaksi scr defensif

C. Provisionalisme

-bersikap tentatif dan berpikiran terbuka serta bersedia mendengar pandangan yg berlawanan dan bersedia mengubah posisijika keadaan mengharuskannya

-bersikap yakin tak tergoyahkan dan berpikiran tertutup, mendorong perilaku defensif pd diri pendengar

D. Sikap positif

*menyatakan sikap positif :

  1. Sikap positif thd diri mereka sendiri akan merefleksikan sikap yg positif pula pd orang lain

2. Perasaan positif

*scr positif mendorong orang yg menjadi teman kita berinteraksi (dorongan)

-perilaku mendorong (storking) menghargai keberadaan dan pentingnya orang lain bertentangan dg ketidakacuhan)

-dorongan positif umumnya berbentuk pujian/ penghargaan dan biasanya perilaku yg kita harapkan, kita nikmati, kita banggakan

-dorongan positif mendukung cita2 pribadi dan membuat kita merasa lebih baik

-dorongan negatif bersifat menghukum dan menimbulkan kebencian

E. Kesetaraan

-s/ situasi mungkin terjadi ketdksetaraan, ada yg lebih ketimbang yg lain

-kap lebih efektif dlm suasana setara, artinya ada pengakuan scr diam2 bahwa kedua pihak sama2 bernilai dan berharga dan masing2 punya sesuatu yg penting u/ disumbangkan

-scr umum, peermintaan yg bernada ramah megk’sikan kesetaraan

-dan tuntutan megk’sikan adanya superioritas

-dlm situasi kesetaraan, konflik/perbedaan dianggap sbg upaya u/ memahami perbedaan bukan u/ menjatuhkan pihak lain

-kesetaraan tdk berarti kita menerima dan menyetujui begitu sajaperilaku orang lain tapi berarti kita menerima pihak lain/ menurut Carl Rogers, kesetaraan meminta kita u/ memberikan penghargaan positif tdk bersyarat kpd orang lain

2. Sudut Pandang Pragmatis

-sering dikatakan sbg ancangan “keras”

-kadang dinamai model kompetensi, memusatkan pd perilaku spesifik yg hrs digunakan o/ k’tor untuk mendapat hsl yg diinginkan

-ada 5 kualitas efektivitas, yaitu :

1.Kepercayaan diri

-k’tor efektif punya kepercayaan diri sosial

-bersikap santai, tidak kaku, fleksibel dlm suara dan gerak tubuh, tdk terpaku pd nada suara dan gerak tubuh ttt, terkendali, tdk gugup, atau canggung

-sikap santai mengk’sikan sikap terkendali status dan kekuasaan

-ketegangan, kekakuan, dan kecanggungan mengisyaratkan ketdkadaan kendali, yg selanjutnya mengisyaratkan ketdkmampuan mengendalikan ling / orang lain serta mengisyaratkan kesan orang tsb berada dlm kekuasaan/ kendali pihak luar

2. Kebersatuan (Immediacy)

-penggabungan antara pembicara&pendengar –terciptanya rasa kebersamaan dan kesatuan

-k’tor yg memperlihatkan kebersatuan mengisyaratkan minat dan perhatian

-kebersatuan umumnya ditanggapi lebih positif

-scr non verbal, kebersatuan dpt dilakukan dg memelihara kontak mata yg patut, kedekatan fisik yg menggemakan kedekatan psi, sosok tubuh yg langsung dan terbuka

-kebersatuan juga dpt dik’sikan scr verbal

3. Manajemen interaksi

-k’tor yg efektif bisa mengendalikan interaksi u/ kepuasan kedua pihak

- Dlm manajemen interaksi yg efektif, tdk ada seorangpun yg merasa diabaikan/ menjadi tokoh penting

- Masing2 pihak berkontribusi dlm keseluruhan k’si

- -menjaga peran sbg pembicra dan pendengar mel. Gerak mata, ekspresi vokal, gerakan tubuh dan wajah yg sesuai

- -saling memberi kesempatan u/ berbicara

- Menjaga percakapan terus mengalir dg lancartanpa keheningan panjang yg membuat canggung dan tdk nyaman

- Manajer interaksi efektif menympaikan pesan verbal dan non verbalsaling berkesesuaian dan saling memperkuat

4. Pemantauan diri

--berhub. Scr integral dg manajemen interaksi

-adl manipulai citra yg kita tampilkan kpd pihak lain

-pemantauan diri yg cermat selalu menyesuaikan perilaku mereka menurut umpan balik pihak lain guna mendptkan efek yg paling menyenangkan-memanipulasi untuk menciptakan kesan antar pribadi yg terbaik dan efektif

-pemantauan yg kurang baiktdk terlalu memperhatikan citra yg terpancar kpd pihak lain

Interaksi ditandai dg keterbukaan pikiran dan perasaan tanpa berusaha memanipulasi citra yg mereka ciptakan

-pemantauan diri dilakukan scr efektif, bergantung pd situasi

5. Daya ekspresi

-mengacu pd keterampilan mengk’sikan ketrlibatan tulus dlm interaksi antarpribadi

-kita berperan serta dlm permainan tdk sekedar menjadi penonton

Daya ekpresi=keterbukaan dlm hal penekanannya pd keterlibatandan ini mencakup ekspresi tanggung jawab a/ pikiran dan perasaan, mendoromg daya ekspresi / keterbukaan orang lain dan memberikan umpan balik yg relavan dan patut

-kualitas ini termasuk pemikulan tanggung jawab u/ berbicara dan mendengarkan dan dalam hal ini sama dengan kesetaraan

-menggunakan gerak-gerik tubuh u/ mengk’sikan keterlibatan

6. Orientasi Kpd Orang lain

-kita terlalu sering memperhatikan dan berorientasi pd diri kita sendiri (mencakapkan diri kita sendiri, pengalaman, minta dan keinginan kita sendiri)

-mendominasi sebagian besar dan kurang / tdk memperhatikan umpan balik dari pihak lain

-orientasi kpd orang lain mengacu pd kemampuan kita untuk menyesuaikan diri dg lawan bicara selama perjumpaan antar pribadi

-orientasi ini mencakup pengk’sian perhatian dan minat thd apa yg dikatakan lawan bicara

-kita mengk’sikan orientasi kita kpd orang lain scr non verbal mel kontak mata yg terpusat, senyum, anggukan, mencondongkan diri kearah lawan bicara, dsb

-scr verbal kita memperlihatkan minat mel komentar2 spt ‘oh, ya ?’ atau ‘oh, begitu ya’, mel permintaan inf lebih jauh, dan mel ungkapan empati

-k’tor yg berorientasi kpd lawan bicara melihat situasi dan interaksi dari sudut pandang lawan bicara dan menghargai perbedaan pandangan dari lawan bicara

-memberikan umpan balik yg cepat dan pantas yg menunjukan pemahaman yg mendalam ttg perasaan dan pikiran

3. Ancangan Pergaulan Sosial

-social exchange theory

-kita mengembangkan hubungan bila manfaatnya lebih besar daripada biaya yg harus kita keluarkan

-kita melibatkan diri dlm hub. Yg a/ memberikan keuntungan

-keuntungan/ imbalan/ manfaat adl hal2 yg memenuhi keb. Kita a/ rasa aman, seks, penerimaan sosial, keuntungan keuangan, status, dsb

-model ini berorientasi pd ekonomi

-mayoritas kita mempunyai harapan minimum dlm s/ hub. Dan bila harapan tsb terlampaui, kita mengalami kpuasan

-teori kesetaraan (ekuitas)

Dilandasi o/ teori pergaulan sosial dan mengatakan bahwa kita membina hub. Yg manfaatnya melampaui biayanya tapi kita juga mengalami kepuasan dr s/ hub. Bila bila ada kesetaraan/ pemerataan dlm distribusi imbalan dan biaya keduabelah pihak yg berhubungan

-bertukar manfaat

Dlm s/ hub, selalu ada biaya (keuangan, ketegangan pekerjaan, msl perumahan, konflik antarpribadi)

Imbangi biaya ini dg mempertukarkan manfaat/ kesenangan, khususnya perilaku yg saling mengasihi

-yi, dukungan2 kecil yg kita terima dg senang hati dari mitra hub. Kita

-perilaku manis ini harus :

Spesifik dan positif, difokuskan pd masa kini/ mendatang tdk dikaitkan dg pertengkaran masa lalu, dpt dilakukan s/ hari, dan mudah dilakukan

-pd saat awal, perilaku ini terasa dibuat2 dan canggung tapi dg berjalannya waktu, perilaku tsb menjadi bagian norma dari interaksi dan a/ berlangsung terus u/ mengimbangi biaya yg selalu ada dlm s/ hub.

-Memanggung beban biaya bagian anda

Kita tdk puas bila harus memikul biaya scr tdk adil maka begitu pula mitra kita oleh karena itu pikullah sebagian bebannya agar hub. Lebih setara

-Mengintensifkan pertukaran manfaat pd saat biaya meningkat

Bila hub. Mengalami masalah, inilah saat untuk menerapkan ancangan aktif dan mengintensifkan pertukaran manfaat dan dukungan. Pertukaran yg empatik, perhatian ekstra dan saling membelai dan menyentuh seringkali dpt digunakan u/ menanguulangi meningkatnya biaya hub

-Memperbesar manfaat untuk mengurangi daya tarik alternatif

Bila biaya hub. Melampaui manfaatnya, daya tarik alternatif meningkat tapi bila sebaliknya maka daya tarik alternatif menurun

Manajemen Konflik

-dlm konflik antarpribadi, prinsip2 efektivitas antarpribadi menghadapi ujian paling berat

-selama Konflik antarpribadi kita hampir tdk mungkin menahan diri sejenak, menganalisis situasidan mengevaluasi prinsip efektivitas yg paling relevan

-pembahasan :

  1. beberapa strategi konflik yg sering digunakan tapi tdk produktif
  2. Beberpa Prinsip manajemen konflik yg efektif dan produktif

Manajemen Konflik yg tdk Produktif

-penghindaran (avoidance)

Bentuk :

pelarian fisik, meninggalkan tempat konflik, tidur, menyetel radio keras2, penghindaran emosional/ intelektual

Orang meninggalkan konflik psi dg tdk menanggapi argumen/msl yg dikemukakan

-non-negosiasi mrpkn jenis khusus penghindaran, seseorang tdk mau mendiskusikan/mendengarkan argumen pihak lain, kadang dilakukan dlm bentuk memaksakan pendapatnya sampai pihak lain menyerah, teknik ini disebut ‘streamrolling’ (buldoser)

-konflik/ sumber yg dituduh sbg penyebab konflik diredefinisi sedemikian hingga seakan-akan sama sekali tdk ada konflik. Pd saat itu, konflik tdk pernah dihadapi hanya dikesampingkan dan suatu saat konflik ini muncul kembali

-Pemaksaan

Mrpk metode yg paling tdk produktif dlm menangani konflik

Banyak orang yg melakukan pemaksaan (keputusan/ cara berfikir) dg menggunakan pemaksaan / kekuatan fisik

Pemaksaan ini lebih bersifat emosional daripada fisik, shg pokok permasalahannya ttp tdk tersentuh

Pihak yg menang adl pihak yg paling banyak menggunakan kekuatan

-minimasi

Mengatasi konflik dg menganggapnya remeh

Kita mengatakan dan barangkali percaya bahwa konflik, penyebabnya, dan akibatnya sama sekali tdk penting

Mengganggap pihak lain itu enteng

Dari pada meminimasi perasaan pihak lain, sebaiknya menerima dan menghargainya

-menyalahkan

Konflik sering disebabkan o/ banyak faktor dan s/ upaya u/ memecahkan msl berakhir dg kegagalan

Banyak orang yg menerapkan strategi bertengkar yg disebut menyalahkanbaik diri sendiri mapun orang lain

Saling menyalahkan tdk ada gunanya sama sekali sekedar menghibur diri u/ sementara bahwa bukan dirinya yg bersalah dlm hal itu

-peredam

Mencakup beragam teknik bertengkar yg scr harfiah membungkam pihak lain

Salah satu peredam yg sering digunakan adl menangis

Tangisan ini akan membungkam lawan bertengkar

Peredam lainnya adl berpura2 sangat emosional, menjerit2 dan berteriak2 seakan2 kehilangan kendali diri

Teknik lain adl melakukan reaksi ‘fisik’ ttt, spt sakit kepala/sesak nafas

Apapun yg dilakukan, konflik tetap tdk tergali dan tak terpecahkan

-karung goni

Teknik ini mengacu pd tindakan2 menimbun kekecewaan dan kemudian menumpahkanya pd lawan bertengkar

Masalah pokok tdk disinggung2, sebaliknya rasa marah dan suasan permusuhan makin memanas

Para ‘pengarung goni ini stlh menumpahkan semua uneg2nya akan kembali menyimpannya u/ ditumpahkan lagi suatu saat nanti

-manipulasi

Salah satu pihak berusaha mengalihkan konflik dg bersikap mempengaruhi (menghilangkan kecurigaan) sasarannya adl agar pihak lain membentuk kerangka berpikir yg reseptif dan damai sblm menyatakan ketdksetujuan

Situasi konflik dan pihak lain dimanipulasi sedemikian rupa hinggap pihak pemanipulasi pd akhirnya memenangi pertengakaran

-penolakan pribadi

Salah satu pihak menolak memberikan cinta dan kasih sayangdan berusaha memenangkan pertengkaran dg membuat pihak lain menyerah karena sikap ini

Pihak yg melakukan penolakan bersikap dingin dan acuh tak acuh, berupaya menjatuhkan moral pihak lain.

Setelah pihak lain kehilangan semangat dan merasa tdk berharga, mudah bagi pihak lawan u/ memaksakan kehendaknya

Setelah konflik selesai dapat memberikan cinta dan perhatian yg tadi tersimpan

Manajemen Konflik yg Efektif

-mrpkn pedoman yg ampuh untuk membuat konflik antarpribadi menjadi lebih produktif

  1. Berkelahi scr sportif

Pd kebanyakan hub. Antar pribadi, kita tahu dimana grs batas yg hrs ditarik, khususnya dlm hub. Yg berlangsung lama

Jaga agar anda hanya menyerang daerah yg tidak menyakitkan pihak lawan dan tidak menyebabkan semakin parahnya permusuhan dan kemarahan

2. Bertengkar scr aktif

-rencanakan peran aktif dalam konflik antar pribadi, jangan menghindar spt tutup telinga, menyetel radio keras2, meninggalkan rumah selama pertengkaran, dsb

-ini bukan bererti metode pendinginan tdk bermanfaat

-jika konflik ingin diselesaikan, hadapi scr aktif oleh keduabelah pihak

3. Bertanggung jawab atas pikiran dan perasaan anda

-bila kita tdk sependapat dg mitra kita, bertanggung jawablah atas perasaan ini dan katakanlah, mis : “saya tdk setuju dg…”

-jangan mengelakkan tanggungjawab dg mengatakana, mis :” setiap orang sependapat dg saya kalau kamu itu salah mengenai…”

-pertanggungjawabkanlah pikiran an perasaan anda dan tegaskanlah tanggung jawab ini scr eksplisit

4. Langsug dan spesifik

-pusatkanlah konflik anda pd saat kini dan disini dan jangan melantur ke masalah2 yg terjadi pd waktu yg lalu( spt teknik karung goni)

-pusatkanlah konflik pd orang yg menjadi lawan bertengkar, jangan bawa2 pihak lain, spt ibu, atasan, anak, kawan,dsb

-pusatkanlah konflik pd perilaku yg terlihat pd apa yg dilakukan orang itu yg kita tdk setujui, jangan menuduhkan motif apapun tanpa terlebih dahulu menguraikan dan memahami perilakunya

5. Gunakan humor untuk meredakan ketegangan

-jangan untuk mengejek

Dlm hampir situasi konflik, humor akan dimanfaatkan

-sayangnya, humor justru digunakana scr sarkastis untuk menyindir/ mempermalukan pihak lain, hal spt ini malah akan memperparah konflik

-gunakan humor untuk meredakan ketegangan bukan untuk memenagkan perang / menjatuhkan pihak lain

Materi 7

Konflik dalam hubungan antar pribadi

“Tidak ada satupun hubungan antarpribadi yg terbebas dari konflik”

“Konflik tumbuh karena KAP, namun konflik juga dapat berkurang bahkan selesai melalui KAP”

“Konflik adl bagian dari proses KAP”

“Konflik muncul dlm berbagai bentuk dan aneka penyebab shg penanganannyapun berbeda2”

“Manusia senantiasa menghindari konflik, karena scr psikologis konflik tidak menyenangkan padahal konflik kadang bisa bermanfaat”

“Berbagai strategi, cara dan tehnik digunakan untuk menghindari & menyelesaikan konflik pd dasarnya mrpkn kegiatan komunikasi

“menunjuk pd bentuknya yg paling dasar, konflik merujuk pada disagreement (pertentangan/perselisihan)”

Konflik antarpribadi berarti pertentangan/perselisihan diantara individu2 yg saling berhubungan (saling mempengaruhi orang/pihak lain)

“konflik antarpribadi dpt terjadi pd s/ hub. Baik yg intim (keluarga/teman dekat, dsb) maupun hub. Yg lebih formal (guru-murid, atasan-bawahan, dsb)

3Asumsi ttg konflik
(Miller&Steinberg)

1.Konflik tdk dpt dielakan

-tdk ada hub. Yg bebas konflik

-hsl alamiah dari hub/ketergantungan dua pihak/ lebih

2. Konflik bukan sesuatu yg buruk

-ada konflik tdk berarti hub lantas buruk dan hancur, konflik seringkali justru bermanfaat bai hub

3. Konflik muncul dg berbagai bentuk dan penyebab, shg tdk dapat diselesaikan dg pendekatan yg sama setiap waktu, konflik hrs ditangani scr berbeda2

Penyebab konflik

Menurut Frost dan Wilmot, konflik muncul jika pihak2 yg bersangkutan menyadari bahwa perilakunya masing2 bertentangan thd kepentingan satu sama lain

Thibault dan Kelley mengatakan bahwa hub antarpribadi masing2 pihak bersifat interdependen shg perilaku yg mereka tampilkan satu sama lain menimbulkan hasil yg sifatnya timbal balik.

Kedua pihak bisa saja terlibat dlm hub. Yg menambah cost (harga yg hrs dibayar) masing2 / memperoleh reward tdk sbagaimana yg diharapkan

M. Rolof membagi reward menjadi 2 bagian :

  1. Short term reward

Reward berupa objek/aktivitas yg nampaknya kurang begitu bernilai/berarti, kehilangan aktivitas tsb bisa mengganggu namun tdk mrpkn bencana bagi s/ hub.

2. Long term reward

reward yg berupa objek/aktivitas yg amat penting bagi kelanjutan hub. (kesetiaan, ketaatan, persahabatan, dukungan emosional, cinta kasih). Pelanggaran thd salah satuaspek tsb dpt menimbulkan krisis dlm hub.

Akumulasi short term bisa menimbulkan perasaan spt apa yg diperoleh seseorang pd long term reward

Aspek positif dan negatif konflik

Aspek negatif :

-menurut Joseph A. Devito, konflik menyebabkan meningkatnya anggapan negatif pd pihak lawan shg menimbulkan perasaan negatif

-konflik menghabiskan energi terutama jika strategi penyelesaiannya tidak produktif

-konflik dpt menyebabkan seseorang menutup diri dari pihak lain

-konflik dpt menyebabkan penurunan keintiman dan kesempatan untuk berinteraksi antarpribadi

-jika kebutuhan akan keintiman dan interaksi sangat kuat maka kemungkinan kesempatan membina hub dg orang lain terbuka

-menurut Miller & Steinberg, akibat yg paling serius adl melemahnya konsep diri seseorang dan jika berlangsung lama maka persepsinya ttg kemampuan dirinya mengontrol lingkungan menjadi negatif dan jika makin tak dpt ditangani, ia akan mulai menyerang konsep diri orang lain / menyalahkan orang lain shg akan berdampak panjang pd s/ hub. antarpribadi

Aspek positif :

-menurut Joseph A. devito, hal yg paling bernilai dari konflik antarpribadi adl bahwa konflik tsb akan memaksa individu untuk menyelesaikan dan mencari solusi scr bersama-sama. Bila strategi konfliknya produktif maka hub. Antarpribadi akan menjadi lebih kuat, lebih sehat dan lebih memuaskan bagi individu yg terlibat

Manajemen konflik

-konsep ini dikemukakan oleh Miller & Steinber

-manajemen konflik adl bentuk k’si yg mencoba untuk menggantikan argumen2 disfungsional dan tdk sesuai dg persetujuan/persesuaian yg produktif

-berarti mengurangi frekuensi respon2 yg mengarah pd konflik destruktif dan menggiring k’si post konflik individu kearah yg konstruktif

-orang yg melakukan ini disebut manajer konflik

Bentuk2 konflik :

  1. Konflik sederhana (simple conflict)

Bentuk konflik yg paling mudah untuk dimengerti tetapi tdk selalu paling mudah untuk diatasi

cara terbaik adl dg tetap menjadikan konflik itu sederhana dan mencoba menghindri agar msl tdk menjadi kompleks

b. Konflik palu (pseudo conflict)

bentuk konflik dimana sebenarnya sudah ada kesepakatan tapi karena kesalahan k’si yg mereka terima timbul ketidaksepakatan

langkah untuk menyelesaikannya adl dg melakukan klarifikasi masalah atau segera menguji persepsi mel k’si langsung

c. Konflik ego (ego conflict)

muncul saat seseorang hrs menyelamatkan dirinya atau menjatuhkan orang lain. Kedua pihak masing2 saling mempertahankan diri dan menjatuhkan harga diri orang lain shg tertutup semua saluran k’si yg ada

-sering ditampilkan dg saling berteriak, saling menghardik, saling baku hantam bahkan juga diwarnai dg tangisan

-strategi tepat untuk menghindari adl mendeteksi keterlibatan ego/emosi yg mungkin dlm konflik dan meminimalkan kemungkinan terjadinya hal tsb

Penyelesaian konflik

Hukum konflik : konflik lebih mudah untuk dihasilkan daripada untuk dipecahkan

Konflik bersifat costly (mahal) dan driver producing (mengeluarkan energy) menurut Thibault dan Kelly shg orang cenderung untuk menghindarkan konflik.

Strategi konflik

  1. Tidak produktif

-penjauhan/redefinisi

-kekuatan/paksaan

-minimasi

-menyalahkan

-membuat orang lain bungkam

-gunnysacking

-beltlining

Strategi konflik yg produktif

  1. Model penyelesaian konflik (resolusi konflik)

Tahap 2nya :

-menetapkan/mendefinisikan konflik

-merumuskan keputusan2 yg mungkin

-menguji keputusan

-mengevaluasi keputusan

-menerima/menolak keputusan

2. Model hubungan antarpribadi yg efektif

-menggunakan karakteristik efektivitas kap menurut ancangan / sudut pandang humanistik, yi :

  1. Keterbukaan
  2. Empati
  3. Supportiveness
  4. Positiveness
  5. Equaty

Efek penyelesaian konflik thd hubungan

Suatu penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara pria dan wanita dlm menyelesaikan/mengatasi konflik

-pria cenderung menghindar dari konflik, berusaha menghadapi konflik dg cara2 yg logis, tanpa emosi dan cenderung galak (marah)

-wanita cenderung menjadi frustasi sbg akibat dari taktik pria yg menundanunda dan menekan konflik

Materi:8
Komunikasi Kelompok

Definisi, Jenis, Prosedur, Format

Komunikasi Kelompok

“kita semua mrpkn anggota dari berbagai kelompok”

-mis : sbg anggota keluarga, anggota tim basket, kelas, sekelompok kawan, dsb

DEFINISI

-kelompok adl sekumpulan orang yg mempunyai tujuan bersama-sama, yg berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya dan memandang mereka sbg bagian dari kelompok tsb.

-mis : keluarga, tetangga, kawan2 terdekat, kelompok diskusi, kelompok pemecah masalah, komite yg tengah rapat, dsb

-komunikasi kelompok merujuk pd k’si yg dilakukan kelompok kecil tsb

-k’si kelompok dg sendirinya melibatkan KAP, karena itu kebanyakan teori KAP berlaku juga bagi k’si kelompok

n Seorang petani pergi ke Balai Desa untuk mendengarkan keterangan ttg penggunaan urea tablet yg lebih efektif dibandingkan dg pupuk serbuk. Di Balai Desa akan diadakan pengarahan ttg kemanfaatan pupuk tsb oleh Kepala Desa

n Seorang mahasiswa mengikuti seminar/diskusi panel yg membahas ttg “Dampak Telenovela thd perilaku ibu rumah tangga”. Diskusi tsb menghadirkan 4 nara sumber/panelis dari praktisi, akademisi, artis, pemerhati tv. Acara tsb diikuti oleh mahasiswa, dosen dan pengamat tv

n Kedua contoh tsb adl bentuk pola k’si kelompok jika ditinjau dari segi tempat, sasaran dan situasi

n Syarat k’si kelompok :

  1. Proses k’si hal mana pesan2 yg disampaikan oleh seorang pembicara kpd khalayak dlm jumlah yg lebih besar daripada KAP
  2. K’si berlangsung kontinyu dan bisa dibedakan mana sumber dan penerima, shg k’sinya terbatas, umpan baliknya juga tak leluasa karena waktunya terbatas dan khalayaknya relatif besar
  3. Pesan yg disampaikan terencana (dipersiapkan) dan bukan spontanitas untuk segmen khalayak ttt

Ex : seminar, diskusi panel, pidato, rapat akbar, pentas seni tradisional, pengarahan, ceramah, dsb

*KAP mrpkn pertemuan yg spontan dan tidak diatur, sedangkan k’si kelompok situasinya diatur, para pesertanya mengidentifikasi dirinya sbg anggota kelompok dan lebih menyadari sasaran2 bersama

*k’si kelompok mrpkan bid studi, penelitian dan terapan yg tdk menitik beratkan perhatiannya pd proses kel scr umum tapi pd tingkah laku individu dlm diskusi kel tatap muka yg kecil.

n K’si kelompok vs dinamika kelompok

-dinamika kel= studi ttg berbagai aspek tingkah laku kelompok

-k’si kel=memusatkan perhatian pd proses k’si dlm kel2 kecil

n K’si kelompok vs diskusi kelompok

-pusat perhatian pd tingkah laku para anggota kel dlm berdiskusi

-k’si kel=studi ttg segala sesuatu yg terjadi pd saat individu berinteraksi dlm kel. Kecil, lebih tertarik pd deskripsi dan analisa proses diskusi dan bukan deskripsi mengenai bagaimana seharusnya k’si terjadi, serta bukan pula sejumlah nasehat ttg cara2 bagaimana yg harus ditempuh

-diskusi kel=memberi berbagai saran tindak u/ meningkatkan keterampilan diskusi kel

n K’si kelompok vs KAP

-persamaan : melibatkan 2 atau lebih individu yg scr fisik berdekatan dan menyampaikan pesan scr verbal & non verbal

-KAP= pertemuan antara 2,3 atau mungkin 4 orang yg terjadi scr spontan dan tdk berstruktur

-k’si kel= terjadi dlm suasana yg lebih terstruktur dimana para peserta lebih cenderung melihat dirinya sbg kel serta mempunyai kesadaran tinggi ttg sasaran bersama, lebih cenderung disengaja drpd KAP, dan umumnya anggota lebih sadar akan peranan dan tanggung jawab mereka masing2

-k’si kel juga dapat terjadi pd kel tatap muka yg lebih besar dan lebih permanen

-jadi pembedanya : kadar spontanitas, strukturalisasi, kesadaran akan sasaran kel, ukuran kel, relativitas sifat permanen dari kel serta identitas

n K’si kelompok vs k’si organisasional

-dlm banyak hal organisasi besar berbeda dari kel tatap muka yg kecil

-k’si kel bersifat langsung dan tatap muka, cenderung melibatkan pengaruh antarpribadi dan emosional, lebih spontan, kurang berstruktur, kurang berorientasi pd tujuan

-k’si organisasi tak perlu langsung, lebih menitik beratkan pd pemuasan sasaran2 organisasi yg rasional, cenderung terjadi pd tatanan yg permanen, lebih mencerminkan adanya identitas

n Kelompok dan pengaruhnya pada perilaku k’si

-para pendidik melihat k’si kel sbg metode pendidikan yg efektif

-para manajer menemukan k’si kel sbg wadah yg tepat untuk melahirkan gagasan2 yg kreatif

-para psikiater mendapatkan k’si kel sbg wahana untuk memperbaharui kesehatan mental

**tdk semua himpunan orang disebut sbg kelompok, mis : kurumunan orang yg mengantri karcis bioskop / terminal, sedang belanja dipasar, dsb

-mereka disebut sbg agregat bukan kelompok

-supaya agregat menjadi kelompok diperlukan kesadaran pd anggota2nya akan ikatan yg sama yg mempersatukan mereka, kelompok mempunyai

tujuan dan organisasi (tdk selalu formal) dan melibatkan interaksi diantara anggota2nya

-jadi kelompok mempunyai 2 tanda psikologis, yi

  1. anggota2 kelompok merasa terikat dg kelompoknya / ada sense of belonging yg tdk dimiliki oleh orang yg bukan anggota kelompok tsb
  2. Nasib anggota2 kelompok saling bergantung shg hasil setiap orang terkait dlm cara ttt dg hasil yg lain

Klasifikasi Kelompok

1. Kelompok primer dan kelompok sekunder

Kel. Primer : lebih akrab, personal, dan menyentuh hati

Kel. Sekunder : hub. Kita tdk akrab, tdk personal dan tdk menyentuh hati

Perbedaan utama karakteristik kel. Primer dan kesunder :

A. Kualitas kel. Primer bersifat dalam dan luas

-menembus kepribadian yg mendalam, menyingkapkan unsur backstage

-sedikit kendala yg menentukan rentangan dan cara berk’si

B. k’si kel. Primer bersifat personal

-kita mengk’sikan seluruh pribadi kita, hub. dg anggota kel bersifat unik dan tdk dpt dipindahkan

C. Pd kel. Primer, k’si lebih menekankan aspek hub daripada aspek isi

-k’si dilakukan u/ memelihara hub baik dan isi k’si bukan hal yg sangat penting

D. Ekspresif dan informal (lawan dari instrumental dan formal)

-bukan untuk mencapai tujuan ttt dan menggunakan cara informal tdk mengikuti ragam bahasa yg formal

2. Ingroup dan outgroup

-ingroup=kel. Kita, dpt berbentuk kel. Primer maupun sekunder, perasaan ingroup diungkapkan dg kesetiaan, solideritas, kesenangan dan kerja sama, terikat dg semangat kekitaan yg disebut kohesi kelompok

-outgroup=kel. Mereka

-untuk membedakannya, menggunakan batas (boundaries) yg menentukan siapa yg termasuk orang dalam dan orang luar, mis : lokasi geografis, suku, pandangan/ideologi, pekerjaan, dsb.

3. Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan(membership dan references group)

-kel. Rujukan=kel. Yg digunakan sbg alat ukur (standar) u/ menilai diri sendiri/ u/ membentuk sikap, kel yg menjadi pedoman/tuntunan kel keanggotaan

-kel. Keanggotaan=kel yg didasari keberadaan fisik seseorang


4. Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif

-kategori deskriptif menunjukan klasifikasi kel dg melihat proses pembentukanya scr alamiah (sepintas, pertemuan,penyadar, dsb)

-kategori preskriptif mengklasifikasikan kel. Menurut langkah2 rasional yg hrs dilewati oleh anggota kel. u/ mencapai tujuan kelopok (diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokuium, dsb)

KELOMPOK KECIL

:> sekumpulan perorangan yg relatif kecil yg masing2 dihub oleh beberapa tujuan yg sama dan mempunyai derajat organisasi ttt diantara mereka

n Karakteristik Kelompok Kecil :

1. Kelompok kecil mrpkn sekumpulan perorangan, jumlahnya relatif kecil shg semua anggota bisa berk’si dg mudah sbg pengirim maupun penerima

-umumnya terdiri dari 5-12 orang

2. Para anggota kelompok hrs dihub satu sama lain dg beberapa cara

3. Diantara anggota kelompok hrs ada beberapa tujuan yg sama, hal ini tdk berarti sama persis tapi pd umumnya hrs ada alasan yg serupa bagi perorangan tsb untuk berinteraksi

4.Para anggota kelompok hrs dihubkan oleh beberapa aturan dan struktur yg terorganisasi

Norma Kelompok Kecil

n Norma=peraturan mengenai perilaku yg diinginkan, kadang dinyatakan scr eksplisit dlm kontrak/kebijakan tapi terkadang juga implisit

n Peraturan tsb mrpkn kekuatan yg mengatur perilaku para anggotanya

n Norma ini berlaku bagi anggota perorangan maupun kelompok scr keseluruhan

n Norma satu kelompok akan berbeda dg kelompok lainnya

n Norma yg mengatur perilaku para anggota disebut dengan harapan peran

n Menurut Napier dan Gershenfeld, para anggota kelompok akan menerima norma tsb bila :

Anggota menginginkan keanggotan yg kontinyu dlm kelompok

Pentingnya keanggotaan kelompok seseorang semakin tinggi

Kelompok bersifat kohesif, para anggota berhub sangat erat, terikat dan saling bergantung satu sama lain dan kelompok memenuhi kebutuhan mereka

Pelanggaran norma dihukum dg reaksi negatif / dikucilkan dari kelompok

Kelompok Pemecah Masalah

:> sekumpulan individu yg bertemu untuk memecahkan suatu mslh ttt atau untuk mencapai suatu keputusan mengenai bbrp msl ttt

n Kelompok ini memerlukan kesetiaan mematuhi serangkaian peraturan prosedural yg kaku

Kelompok Pengembangan Ide

:> kel kecil yg dibentuk semata2 hanya untuk mengembangkan ide

-cara sumbang saran sering dipakai dan mrpkn teknik u/ menyelesaikan s/ msl dg cara memunculkan gagasan sebanyak mungkin

-prosesnya ada 2 tahap :

  1. Periode sumbang saran
  2. Periode evaluasi

Kelompok Pengembangan Pribadi

:>kel yg berusahamembatu anggota2nya u/ menyelesaikan msl ttt, spt kecanduan alkohol, eks napi, pasangan pergaulan bebas, dsb

-kel pengembangan pribadi yg lain bersifat lebih terapis dan dirancang untuk mengubah aspek kepribadian/perilaku scr mendasar

kelompok pengembangan pribadi yg populer

1.Kelompok tatap-muka=kel yg berusaha memperlancar pengembangan pribadi dan mengembangkan kemampuan u/ berhadapan dg orang lain scr efektif

-asumsi : anggota a/ lebih efektif scr psi dan sosial jika mereka mengetahui menyukai diri mereka sendiri dg lebih baik

-suasana dlm kel bersifat penerimaan dan dukungan

-kebebasan mengemukakan pikiran, rasa takut dan keragu2an ditekan

2. Kelompok pelatihan asertif

Bertujuan u/ meningkatkan kemauan para anggotanya u/ berdiri tegak atas hak2 mereka dan berprilaku lebih asertif dlm situasi yg lebih luas

3. Kelompok peningkatan kesadaran

Dirancang u/ membantu orang menghadapi msl dikehidupan sosial

-semua anggota kel memiliki satu karakteristik yg sama dan berdasarkan kesamaan tsb para anggota bergabung bersama dan saling membantu satu sama lain mengenai pengembangan kepribadianya, scr struktural tdk punya pemimpin, anggota kel berkisar 6-12 orang

4. Kelompok pendidikan atau belajar

:> bertujuan untuk memperoleh informasi baru/ keterampilan baru mel pertukaran pengetahuan

Format Kelompok Kecil

  1. Meja bundar

Anggota kel mengatur diri mereka sendiri dlm pola melingkar/semi melingkar, mereka berbagi inf/ memecahkan msl tanpa pengaturan siapa dan kapan mereka bicara, anggota a/ memberikan kontribus jika mereka merasa layak untuk itu, diskusi bersifat terbatas, hub sosial demokratis, mengisyaratkan adanya waktu dan kesempatan yg sama u/ berpartisipasi, lebih informal



2. Diskusi Panel

Format khusus anggota2 kel berinteraksi, baik berhadap2an maupun mel seorang mediator, diantara mereka sendiri dan dg hadirin ttg msl yg kontroversial

Susunan tempat duduk, meletakan peserta diskusi pd meja segi 4 yg menghadap khalayak dan moderator duduk ditengah2 diantara kedua pihak yg berdiskusi, moderator tdk mengendalikan diskusi karena peserta berinteraksi scr langsung dan spontan, suasana bisa bersifat formal maupun non formal, peserta hrs bisa mengendalikan diri u/ tdk bicara setiap saat, moderator tdk boleh mengarahkan diskusi pd pandangannya sendiri dan mengatur agar waktu tdk dihbskan pd satu pembicaraan / satu pembicara



3. Seminar

Anggota kelompok adl “para pakar” dan berpartisipasi dlm format panel/meja bundar.

Perbedaanya ; dlm seminar terdpt peserta yg anggotanya diminta u/ berkontribusi, mereka bisa diminta u/ mengajukan pertanyaan/ memberikan beberapa umpan balik

Modifikasi lain dari seminar adl format seminar 2 panel yg terdiri dari panel pakar dan panel awam

-panel awam mendiskusikan topik tapi jika mereka memerlukan informasi, tambahan data atau pengarahan, mereka akan meminta bantuan kpd anggota panel pakar



4. Simposium

:> serangkaian pidato pendek yg menyajikan berbagai aspek dari sebuah topik/ posisi yg pro dan kontra thd msl yg kontroversial, moderator mengendalikan waktu dan pokok pembicaraan

-sesudah simposium, hadirin dpt mendiskusikan pidato tadi dlm forum yg diatur moderator

-moderator bertugas memberikan gambaran umum ttg msl yg dibicarakan dan urutan logisnya, menarik perhatian pendengar, memperkenalkan pembicara, dan menjelaskan prosedur yg hrs diikuti kelompok

-khalayak diatur dlm jejeran kursi kursi didepan mimbar dan hanya boleh bicara ketika forum dibuka

Biasanya pembicara berdiri dipodium tdk duduk spt dlm diskusi panel



n Forum adl waktu tanya jawab yg terjadi setelah diskusi terbuka, mis : simposium

n Khalayak mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan

n Ada 5 macam forum, yi :

1. Forum ceramah, yi format diskusi yg dilakukan terutama u/ saling berbagi informasi. Ceramah tdk selalu disusul o/ forum

2. Forum debat, yi forum untuk menyajikan pro dan kontra thd proposisi yg kontroversial, dari perbedaan pendapat ini khalayak diharapkan terdorong u/ mengajukan pertanyaan

3. Forum dialog, yi forum yg menggunakan kombinasi antara dukungan dan pertanyaan shg menjadi struktur diadik/triadik

4. Forum panel

5. Forum simposium

n Simposium forum terdiri dari 2 bagian, yi ;

-simposium dg pembicara yg sudah disiapkan

-forum yg mempersilahkan para hadirin untuk mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh pembicara. Pimpinan akan memperkenalkan para pembicara dan menjadi moderator dlm acara tanya jawab

Kolokium adl sejenis format diskusi yg memberikan kesempatan kpd wakil2 khalayak u/ mengajukan pertanyaan yg sudah dipersiapkan kpd seseorang/beberapa orang ahli, agak bersifat formal, diskusi diatur ketat oleh moderator

n Prosedur parlementer adl format diskusi yg scr ketat mengatur peserta diskusi yg besar pd periode waktu ttt ktk sejumlah keputusan hrs dibuat, peserta hrs mengikuti peraturan yg telah ditetapkan scr eksplisit

-dirancang u/ memenuhi beberapa tujuan pokok, yi ; memaksa keinginan mayoritas tanpa kekerasan, scr ketat memaksa kel mendiskusikan 1 persoalan pd satu saat, mengusahakan agar anggota punya kesempatan yg sama

Materi :9
Komunikasi Kelompok

Anggota dan Pemimpin Dalam Komunikasi Kelompok

Anggota Dalam K’si Kelompok Kecil

Peran Anggota

-Kenneth Benne dan Paul Sheats membagi peran anggota menjadi 3 kelas umum, yi :

  1. Peran tugas kelompok
  2. Peran membina dan mempertahankan kelompok
  3. Peran individual

  1. Peran Tugas Kelompok

-tugas kelompok : memecahkan masalah / membantu penyelesaian tugas kelompok

-upaya memudahkan dan mengkoordinasikan kegiatan yg menunjang tercapainya tujuan kelompok (berhub dg tugas yg dikerjakan)

Mis : initiator-contributor = menyarankan gagasan/cara baru yg berkenaan dg msl/tujuan kelompok

2. Peran membina dan mempertahankan kelompok

-memelihara hubungan emosional diantara anggota

-hubungan antar anggota kelompok perlu dipelihara agar kelompok berfungsi scr efektif dan jika para anggota kelompok ingin merasa puas dan produktif

-jika fungsi ini tdk dilakukan, para anggota akan menjadi rusak, proses kelompok menjadi macet / sering timbul konflik, k’si kel menjadi terganggu baik pd tingkat pribadi maupun sosial pd tingkat ttt

Mis : Encourage = memberikan dukungan, memuji, menyetujui, menerima kontribusi anggota lain dlm kelompok

3. Peran individual

-peran tugas dan peran membina serta mempertahankan kelompok, keduanya bersifat produktif, membantu kelompok dlm mencapai tujuannya dan berorientasi pd kelompok

-usaha anggota kelompok untuk memuaskan kebutuhan individu yg tdk relevan dg tugas kelompok

-peran individual sifatnya kontra produktif dan menghambat kelompok dlm mencapai tujuan dan berorientasi pd individu

-peran ini sering diistilahkan dg malfungsi, yg menghambat efektivitas kelompok maupun keluasan pribadi

Mis : aggressor = mengemukakan evaluasi negatif thd tindakan/perasaan anggota kelompok, menyerang kelompok, merendahkan status yg lain, iri hati atas kontribusi orang lain, dsb

  • Partisipasi Anggota

-beberapa pedoman yg akan membantu partisipasi anggota dlm kelompok kecil menjadi lebih efektif dan menyenangkan :

  1. Berorientasilah pd kelompok

-mengerahkan kemampuan, pengetahuan dan pikiran shg kelompok dpt mengembangkan pemecahan yg lebih baik daripada yg dpt dikembangkan oleh satu orang

-ini tdk berarti anggota kelompok hrs menyerahkan nilai2 pribadi dan keyakinannya demi kepentingan kelompok

2. Pusatkan konflik pd masalahnya

-pusatkan konflik tetap pd masalahnya ketimbang pd pribadi orangnya

-bila konflik mulai berpusat pd pribadi, anggota hrs bertanggung jawab untuk mengarahkan kembali konflik itu pd duduk permasalahannya

3. Bersikap tanpa prasangka scr kritis

-dengarkan scr terbuka tapi kritis thd semua komentar dari para anggota, jangan menerima/menolak setiap saran para anggota tanpa scr kritis mengevaluasinya

-bersikap bijaksana tanpa prasangka

4. Pastikan pemahaman

-pastikan bahwa gagasan dan informasi kita dipahami oleh semua peserta

-pastikan juga kalau kita memahami dg jelas kontribusi dari para anggota lain, terutama sebelum kita membahas mslhnya dg mereka

Pemimpin Dalam K’si Kelompok Kecil

Dlm kebanyakan kelompok kecil, ada satu orang yg berperan sbg pemimpin

Dlm kelompok lain, kepemimpinan bisa dipegang oleh beberapa orang

Pemimpin bisa ditunjuk/ scr otomatis muncul dlm proses perkembangan komunikasi kelompok

Kepemimpinan adl k’si yg scr positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak kearah tujuan kelompok

Kepemimpinan mrpk faktor yg paling menentukan keefektifan k’si kelompok

Klasifikasi Gaya Kepemimpinan :

  1. Otoriter
  2. Demokratis
  3. Laissez faire
  1. Pemimpin Otoriter

-keputusan dan kebijakan seluruhnya ditentukan oleh pemimpin tanpa berkonsultasi/ memastikan persetujuan dari para anggotanya

-pemimpin bersifat impersonal

-pemimpin berusaha meminimalkan k’si kelompok shg perannya menjadi lebih penting

-pemimpin mengasumsikan tanggung jwb terbesar ada pd dirinya dan tdk menginginkan adanya campur tangan anggota

-pemimpin memberi imbalan dan hukuman spt orang tua kpd anaknya

-kepemimpinan spt ini menimbulkan permusuhan, agresi dan sekaligus perilaku submisif

-anggota sangat bergantung pd pemimpin dan kurang mandiri

2. Pemimpin Demokratis

-pemimpin mendorong dan membantu anggota kelompok untuk membicarakan dan memutuskan semua kebijakan

-pemimpin memberikan pengarahan tapi mengijinkan kelompok untuk mengembangkan dan melaksanakan cara yg dikehendaki para anggotanya

-pemimpin merangsang timbulnya pengarahan sendiri dan aktualisasi diri para anggotanya, memberikan saran untuk pengarahan dan alternatif tindakan

-lebih banyak terdapat kemandirian dan persahabatan, mempunyai disiplin diri dan bersikap obyektif

3.Pemimpin Lepas Kendali (Laissez Faire)

-memberikan kebebasan penuh bagi kelompok untuk mengambil keputusan scr individual sedangkan partisipasi pemimpin minimal

-pemimpin tdk berinisiatif untuk mengarahkan / menyarankan alternatif tindakan, lebih mengijinkan kelompok untuk mengembangkan dan melaksanakan sendiri pekerjaannya

-pemimpin menjawab pertanyaan dan memberikan informasi jika diminta scr khusus

-berusaha menghindari tanggung jawab thd anggotanya

Efektivitas Dan Gaya Kepemimpinan

-kel otoriter = lebih produktif dan efisien tapi moral dan kepuasan rendah

-kel demokratis = hu dan kepuasan tinggi, pekerjaan terselesaikan tapi hasilnya lebih rendah jika dibanding dg otoriter

-kel laissez = diskusi terpusat pd anggota tapi prosesnya tdk efisien

-setiap gaya mempunyai kelebihan dan kekurangan, masing2 cocok untuk tujuan yg berbeda dan situasi yg berlainan

-otoriter cocok untuk kelompok yg anggotanya terus menerus menunjukan motivasi yg rendah

-demokratis cocok untuk anggota yg punya pengetahuan sama ttg s/ topik ttt atau sangat menaruh perhatian pd hak2 individual

  • Fungsi Pemimpin :

  1. Mengaktifkan Interaksi Kelompok

-mendorong dan memberikan rangsangan agar anggota berinteraksi terutama untuk kelompok yg baru terbentuk yg anggotanya masih canggung satu sama lain dan untuk anggota yg bersikap individual

-membuat anggota menyadari bahwa mereka adl bag dari kelompok

2. Mempertahankan Interaksi Efektif

-pempin hrs melihat apakah anggotanya tetap berinteraksi scr efektif, bila s/ diskusi sudah mulai macet, pemimpin hrs mendorong kelompok untuk berinteraksi lebih efektif

3. Menjaga Para Anggota Berada Pada Jalurnya

-pemimpin mengarahkan anggotanya tetap berada pd jalur pembahasan tdk bersifat egosentris yg memaksakan keinginan dan msl mereka sendiri

-cara : dg melontarkan pertanyaan yg relevan, menyampaikan ringkasan mengenai apa yg dibahas oleh kelompok, menyediakan sarana transisi shg hub antara satu msl dg apa yg sdg dipertimbangkan tetap jelas

4. Memastikan Kepuasan Anggota

-cara : pemimpin mengijinkan adanya komentar yg menyimpang dan pribadi dg asumsi komentar tsb tdk terlalu sering / terlalu lama

5. Merangsang Evaluasi dan Perbaikan

-Semua kelompok menghadapi hambatan, jika kel ingin memperbaiki dirinya kelompok hrs menyelesaikan msl internal maupun eksternalnya

6. Menyiapkan Anggota Untuk Berdiskusi

-menyiapkan para anggota untuk berinteraksi dlm kelompok kecil, termasuk juga siap untuk mendiskusikan s/ msl yg spesifik

-pemimpin perlu memberi uraian singkat sebelum mendiskusikan sesuatu, memberikan bahan yg relevan atau memberi instruksi khusus untuk mencari informasi yg relevan

-pemimpin hrs mengorganisasikan dan mengkoordinasikan anggota

Pengaruh Kelompok pada Perilaku K’si

  1. Konformitas

-bila sejumlah orang dlm kel mengatakan/ melakukansesuatu ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yg sama

2. Fasilitas Sosial

-kelancaran / peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok

3. Polarisasi

-Ada kecenderungan kearah posisi yg ekstrem


Materi10 :
Komunikasi Kelompok

Efektivitas Kelompok

  • Anggota2 kelompok bekerja sama untuk mencapai 2 tujuan : melaksanakan tugas kelompok dan memelihara moral anggota2nya (TUGAS &KEPUASAN)
  • Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok yg disebut prestasi (performance)
  • Tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfaction)
  • Faktor2 yang Mempengaruhi Keefektifan Kelompok dapat diketahui dari karakteristik kelompok (situasional) dan karakteristik anggotanya (personal)

Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok

A. Ukuran Kelompok

“lebih banyak anggota kelompok, lebih baik atau makin banyak anggota makin kacau ?”

-Hub antara ukuran kelompok dg prestasi kerja kelompok bergantung pd jenis tugas yg hrs diselesaikan kelompok, tujuan kelompok dan distribusi partisipasi anggota2

Ada 2 macam tugas kelompok :

  1. Tugas koaktif
  2. Tugas interaktif

  • Tugas koaktif, masing2 anggota bekerja sejajar dg yg lain tapi tdk berinteraksi shg semakin banyak anggota maka makin besar pula juml pekerjaan yg dapat diselesaikan

  • Tugas interaktif, anggota2 berinteraksi scr terorganisasi untuk menghasilkan produk, keputusan / penilaian tunggal. Jika mereka melakukan tugas interaksi maka hasil keseluruhan akan berkurang

Tujuan Kelompok ada 2 macam :

  1. Tujuan konvergen
  2. Tujuan divergen

  • Tujuan yg memerlukan kegiatan konvergen (u/ mencapai satu pemecahan yg benar) maka hanya diperlukan kelompok kecil supaya produktif terutama bila tugas yg dilakukan hanya membutuhkan sumber, keterampilan dan kemampuan yg terbatas

  • Tujuan yg memerlukan kegiatan divergen (mis : menghasilkan berbagai gagasan kreatif) maka diperlukan juml. Anggota kelompok yg lebih besar

Distribusi Partisipasi Anggota

  • Segi komunikasi, makin besar kelompok maka makin besar kemungkinan sebagian besar anggota tdk mendapat kesempatan berpartisipasi. K’si akan lebih tersentralkan pd orang2 ttt (makin banyak juml anggota makin sedikit tersedia peluang untuk berinteraksi dg anggota lainnya dlm jarak waktu ttt). Pd kelompok besar, ada beberapa orang yg dominan dan sebagian besar membisu)

  • Hubungan Kepuasan dg Ukuran Kelompok

-menurut Hare dan Slater, makin besar ukuran kelompok maka makin berkurang kepuasan anggota2nya

-Slater menyarankan 5 orang sbg batas optimal untuk mengatasi msl hub. Manusia

B. Jaringan Komunikasi

Ada 5 macam jaringan komunikasi :

1.Roda




2.Rantai




3.Y




4.Lingkaran

5.bintang

-Pd pola roda, pimpinan menjadi pusat perhatian yg dpt berhub dg setiap orang tapi setiap anggota hanya bisa berhub dg pimpinan (tdk bisa berhub dg anggota lain)

-Pd pola Y, 3 orang dpt berhub dg orang disampingnya tp ada 2 orang yg hanya dpt berhub dg orang disampingnya

-Pola rantai, hampir sama dg pola Y

-Pola lingkaran, setiap orang hanya bisa berhub dg dua orang yi orang yg ada disamping kiri dan kanan, disini tdk ada pimpinan

-Pola bintang, setiap anggota bisa berk’si dg semua anggota lain, disebut juga saluran k’si terbuka

  • Hub. Jaringan k’si dg prestasi kelompok

-Pola Y, menghasilkan produk yg tercepat dan terorganisasi

-Pola lingkaran, paling lambat memecahkan msl, cenderung melahirkan sejumlah kesalahan

-Pola roda, hanya efektif u/ memecahkan msl mudah dan memberikan kepuasan yg paling rendah

-Pola bintang menyelesaikan msl kompleks dg cepat, mrpk pola k’si yg paling efektif karena tdk terpusat pd satu orang, memberikan kepuasan kpd anggotanya

C. Kohesi Kelompok

-kohesi kelompok adl kekuatan yg mendorong anggota kel untuk tetap tinggal dlm kel dan mencegahnya meninggalkan kel.

-memiliki semangat kel yg tinggi, hub. Interpersonal yg akrab, kesetiakawanan dan perasaan “kita” yg dalam

-Kohesi diukur dari :

  1. Ketertarikan anggota scr interpersonal pd satu sama lain
  2. Ketertarikan anggota pd kegiatan dan fungsi kelompok
  3. Ketertarikan anggota pd kelompok sbg alat u/ memuaskan kebutuhan personalnya

  • Kohesi kelompok erat hub.nya dg kepuasan
  • Menurut Marquis, Guetzkow dan Heyns, makin kohesif kelompok maka makin besar tingkat kepuasan anggota
  • Menurut Rensis Likert, kohesi kelompok berkaitan erat dg produktivitas, moral dan efisiensi k’si
  • Dlm kel yg kohesif, anggota merasa aman dan terlindung shg k’si menjadi lebih bebas, terbuka dan sering, mereka merasa terikat shg mudah melakukan konformitas, makin mudah anggota u/ tunduk pd norma kelompok

D. Kepemimpinan

-lihat materi 9 tentang gaya kepemimpinan yi :

  1. Otoriter
  2. Demokratis
  3. Laissez faire

Dengan kekurangan dan kelebihannya, setiap gaya cocok untuk tujuan dan situasi ttt

Faktor Personal :
Karakteristik Anggota Kelompok

  • Cragan dan Wright menyebutkan ada 2 dimensi interpersonal yg mempengaruhi keefektifan kelompok, yi ;
  1. Kebutuhan interpersonal
  2. Proses interpersonal

Disamping perbedaan individual spt usia, suku bangsa, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepribadian dan homogenitas/ heterogenitas

A. Kebutuhan Intrapersonal

-Menurut teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientation), seseorang memasuki kelompok karena didorong oleh 3 kebutuhan interpersonal, yi :

  1. inclusion, ingin menjadi bagian dari kelompok tsb
  2. Control, ingin mengendalikan orang lain dlm s/ tatanan hierarkis
  3. Affection, ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok yg lain

  • Inklusi

Dlm pertemuan kelompok, kita dpt meletakan diri kita dlm kontiniuum dari undersocial (kekurangan), social (ideal) dan oversocial (berlebihan)

-overreact = mendominasi percakapan ttg kita, terus menerus mengisi kesempatan dg guyonan/ hal2 klise

-underreact = menarik diri dari percakapan, ragu menyampaikan pdpt ttg kita , melakukan sesuatu

  • Kontrol

Pembagian kerja yg hrs dilakukan agar kelompok tugas produktif menimbulkan perlu adanya kontrol

-individu yg mempunyai kecenderungan kuat untuk mendominasi = otokrat

-orang yg cukup kuat dg kemampuannya, mampu memikul/tdk memikul tanggung jawab, dan berusaha menghasilkan keputusan kel scr kritis = demokrat

-orang yg selalu ikut dg kelompok danbersedia ditempatkan pd posisi bawah = abdikrat

  • Afeksi

-orang yg membuat jarak dari semua orang, tampak menolak/ tdk memerlukan kontak personal untuk menyelesaikan pekerjaannya = underpersonal

-orang yg selalu merasa kurang kasih sayang, tdk dpt menyelesaikan pekerjaan kalau tdk ada ikatan kasih sayang yg kuat

-orang yg bisa memelihara jarak yg tepat antara anggota shg dpt mengerjakan tugas scr produktif = personal

  • Tindak Komunikasi
Bila kelompok bertemu, terjadilah pertukaran informasi. Setiap anggota berusaha menyampaikan/menerima informasi scr verbal/non verbal.


This entry was posted on Senin, 28 September 2009 at 8:44:00 AM . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Poskan Komentar